Warga Kampung Kubangcalincing Ciamis Hasilkan Uang Ratusan Juta dari Internet

  • Whatsapp

CIAMIS, JURNALPRIANGAN.com  Kalau di Magelang Jawa Tengah ada Kampung Blogger yang sangat terkenal dengan Sumbodo Maliknya, di Ciamis pun ada yang mirip dengan itu. Ya namanya Kubangcalincing atau KBC). Berada di Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis. Dulu adalah basecamp publihser IndoCPA dan Mobiggr sebuah aktivitas bisnis onlie dengan tekni Afiliate Marketing.

Untuk menjangkau daerah itu okasinya memang jauh dari hiruk-pikuk kehidpuan kota. Suasana pesawahan yang asri menambah suasana adem. Dari pusat Kecamatan Pamarican jaraknya sekitar 3 kilometer. Untuk sampai ke sana harus melalui jalan desa yang hanya masuk satu mobil. Tapi jangan khawatir jalannya mulus. Kampung Kubangcalincing memang tak ada dalam peta. Tapi sekarang tampak ramai dengan aktivitas para publisher IndoCPA.

Adalah Kang Roisun yang pertama mengenalkan bisnis ini ke warga kampung khusunya pemuda. Berawal dari keprihatinan melihat kondisi pemuda kampung yang hobinya nongkrong dan cenderung melakukan kegiatan sia-sia, Roisun pun mengajak mereka berkumpul.

“Pendekatannya tidak mudah. Saya bergaul dulu dengan mereka. lalu secara bertahap diajari bagaimana mengenal internet. Saya meyakinkan kepada mereka bahwa internet bisa menghasilkan uang,” katanya.

Seiring waktu, satu persatu pemuda yang suka nongkrong itu mau bergabung. Pemuda yang latar belakang pendidikanya sampai SLTP pun dimotivasi bisa melakukan bisnis ini. “Saya menerangkanya dengan mudah kepada mereka, saya bilang dengan modal bisa mengetik dan membaca sms saja cukup untuk bisa mengenal internet,” katanya.

Setalah para pemuda kampung itu asyik, barulah dengan tekung Roisun yang alumni UNISMA Malang Jawa Timur ini mengenalkan program affiliate IndoCPA. Maka pemuda yang tadinya tak bisa pegang mouse komputer minimal butuh waktu tiga bulan sudah mahir menjalankan bisnis afiliasi ini. Bahkan ada yang sudah bisa kawin dengan biaya sendiri.

“Alhamdulilah sudah dapat penghasilan dari internet, kampung Kubangcalincing yang tadinya sepi. Kini ramai dengan aktivitas bisnis online. Tapi disela-sela kegiatan bisnis online saya juga mengajari para pemuda ngaji,setiap usai shalat magrib ngaderes (membaca) Alquran,” kayanya.

Roisun memang menjadilan bisnis online sebagai ladang dakwah. Targetnya adalah mengubah mindset pemuda kampung yang gaptek jadi melek teknologi sekaligus punya penghasilan. Sekali mendayung dua pulau terlampau, ibaratnya. Ilmu dapat uang juga dapat.

Roisun mengakui belajar internet marketing secara otodidak. Ketika itu, saat kuliah di Malang melihat teman sekosnya yang kerjaanya selalu nongkrong di komputer. Rupanya temannya itu hobi ngeblog. Tapi dari hasil ngeblognya setiap bulan dapat uang. “Awalnya saya tak tertarik, saya menganggapnya mustahil dengan duduk di depan laptop uang jatuh dari langit, tapi kepengen juga sih dapat uang dari hasil online. Makanya saya minta diajari sama dia” katanya. Roisun pun akhirnya nyemplung sebagai blogger, pernah mendapat komisi dari program iklan google Adsense. Tapi menekuni Adsense banyak dukanya.

Lalu ketemulan dengan program afiliate lokal IndoCPA yang digagas oleh sebuah komunitas yang berisi para pemain CPA (Cost Per Action). Salah satunya adalah Charlie Number Seven, alias Kang Charlie atau nama di KTP-nya Irwan Kartadipura. Beliau ini memiliki gagasan untuk memiliki network sendiri yang rasa Indonesia.

Dengan teun Kang Roisun menekuni bisnis ini sejak di Malang. Dan saat pulang kampung membagi ilmunya ke warga setempat. Sebab bisnis online bisa dijalankan di mana saja termauk di kampung asal ada jaringan internet. memang Kampung Kubangcalincing waktu itu tak ada jaringan internet speedy. Tapi setelah IndoCPA booming pihak Telkom memasang jaringan kabel fiberoptik meski jaraknya sepanjang 3 kilometer dari jalur utama.

“Ketika pulang kampung saya merenung mau bikin apa ya, membuka pengajian ibu-ibu kan sudah ada yang garap, jadi PNS gak minat juga. Saya pun diskusi panjang dengan tokoh masyarakat dan mereka menyarankan garap saja pemuda. Saya pun berpikir untuk mendekati pemuda harus ada cara lain. Tak mungkin langsung mereka didakwahi. ya salah satu halan itu mengenalkan bisnis IndoCPA,” kata alumni Ponpes Citangkolo, Langensari Kota Banjar ini.

Alhasil kurang lebih tiga tahun IndoCPA dan Mobiggr masuk Kubancalincing, beberapa pemuda sudah menikmatinya. Bahkan dari hasil pendapatannya itu Roisun dan kawan kawan membangun Yayasan Albarokah. Yayasan untuk pemberdayaan masyarakat. (

habib)