Indomaret Tuduh Santri Miftahul Huda Mencuri, Inilah Kronologis dan Faktanya

  • Whatsapp

TASIKMALAYA, JURNALPriangan.com: Pegawai Indomaret Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya tampaknya kurang cerdas. Dia berani mengusik santriwati Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya Tasikmakaya. Dia menuduh santriwati mencuri barang, akibatnya ribuan santri di pondok pesantren terbesar di Jawa Barat ini protes. Mereka melakukan aksi unjuk rasa.

Berikut ini Kronologis dan Faktanya

Pada Rabu (1/1) sekitar pukul 11.00, empat santriwati belanja keperluan ke Indomaret Manonjaya. Namun saat melakukan pembayaran malah digeledah petugas Indomaret, santriwati itu disangka telah mengambil sejumlah barang di mini market Indomart.

Penggeladahan itu jadi tontonan warga yang berbelanja, bahka ada yang berkomentar, santri-santri kok nyuri, tapi ada juga yang tak percaya bahwa santri tersebut mencuri. Kontan saja empat santri itu malu.

Empat santri itu tak terima kemudian pulang melapor ke pengurus pesantren. Slah satu pengurus langsung dan santri datang mendatangi mini market tersebut dan meminta membuka CCTV untuk membuktikan bahwa santrinya itu telah mencuri. Setelah dilihat di CCTV  tidak terbukti bahwa santri Ponpes Manonjaya tidak mengambil barang.

Pihak Indomaret hanya cukup meminta maaf saja. Bagusnya mengeluarkan bewara dilokasi kejadian, maupun sekitar mini market. Bahwa santri kami tidak mengambil barang sebagaimana rekaman cctv.

Kasus pelecehan santri itu kemudian menyebar  dan puluhan santri laki-laki bersama beberapa pengasuh Pondok lainnya mendatangi mini market itu. Sehingga karena dikhawatirkan ada kejadian yang tidak diinginkan, makanya langsung ditutup.

Sejumlah aparat Kepolisian dan TNI berjaga antisipasi pengamanan agar tidak ada kekisruhan. Petugas juga mencoba memediasi antara kedua belah pihak. Namun situasi sempat memanas dikarenakan pihak pengelola enggan mengikuti apa yang diinginkan pihan Ponpes.

Edi Kusnadi