KH Asep Maoshul: Berulangkali Tuding Santri Mencuri, Pihak Indomaret Harus Minta Maaf

  • Whatsapp

TASIK, JURNALPriangan.com: Pimpinan Umum Ponpes Miftahul Huda Manonjaya KH Asep Maoshul Affandy mengatakan, oknum pegawai Indomaret Manonjaya sudah sering melecehkan santri. Namun para santri diam saja dan memaafkan. Namun kejadian pada Rabu (1/1/2020) merupakan bentuk kekesalan para santri karena sudah keterlaluan.

“Sudah keterlaluan, perlakuan serupa pernah menimpa santri lain. Oleh karena itu kami kami menuntut pihak Indomaret meminta maaf secara terbuka mlalui media massa dan membersihkan nama baik santri,” kata KH Asep Maoshul dikutip dari radartasikmalaya.com. Oleh karena itu jika santri Tasikmalaya bergerak memprotes perlakuan oknum pegawai itu adalah tindakan spontan.

Muat Lebih

“Kami kecewa dengan pelaku bisnis di Manonjaya yang tidak menghargai santri. Makanya kami meminta pihak Indomaret klarifikasi. Ini demi citra santri. Kemudian diharapkan harus menghilangkan stigma negatif terhadap santri, kemudian prosedur perusahaannya seperti apa sampai menuduh tanpa ada bukti yang jelas ini sangat merugikan santri,” kata anggota DPR-RI dari Fraksi PPP ini.

Baca juga: Indomaret Tuding Santri Miftahul Huda Mencuri

Mengenai reaksi santri mendatangi Indomaret kata KH Asep Maoshul itu adalah kehendak para santri sendiri agar k pengelola minimarket minta maaf. “Itu spontan tidak ada perintah, para santri bahkan ada dari berbagai elemen masyarakat berkumpul mendatangi minimarket tersebut, meminta supaya pihak Indomaret minta maaf. Masalahnya kan bukan hanya sekali ini saja kasusnya,” ungkap KH Asep Maoshul.

Menurut KH Asep, pada intinya dari pihak Pondok Pesantren Miftahul Huda tidak menyuruh atau memberi instruksi kepada para santri mendatangi minimarket tersebut.

“Saya juga kaget. Begitu antusias para santri. Jadi ada anggapan, semacam sikap antipati dari pihak pengelola minimarket kepada santri,” kata KH Asep.

Kebetulan, tambah KH Asep, pada saat para santri dan masyarakat datang ke minimarket tersebut, pihak pengelola tidak ada di tempat, termasuk minimarketnya sudah ditutup.

“Tidak ada di tempat, lagi di luar orangnya. Saya lagi mengurus ngaji. Tidak ada perintah. Spontan saja santri. Ternyata bukan hanya santri saja yang datang tetapi masyarakat ikut gabung, karena tahu kondisinya seperti itu,” tegas KH Asep.

Kapolsek Manonjaya AKP Hamzah Nasip mengatakan kedatangan massa ke Indomaret Manonjaya kemarin sore karena tersinggung setelah santri dituduh mencuri di Indomaret. Namun setelah diperiksa, tidak ditemukan apa-apa. Hingga saat ini pihak Indomaret enggan berkomentar.

radartasikmalaya.com

Pos terkait