Masyarakat Rajadesa Deklarasi Tolak Anak Punk

  • Whatsapp

RAJADESA, JURNALPriangan.com: Tak sesuai dengan budaya dan meresahkan warga Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat menolak kehadiran anak-anak punk dan anak jalanan yang berkeliaran di wilayah Rajadesa. Deklarasi penolakan itu dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat di kanntor Kecamatan Rajadesa Senin (13-01-2020).

Yaitu Ketua MUI Kec Rajadesa, Camat Rajadesa, Danramil Rajadesa, Kapolsek Rajadesa, Ketua FKDT Kec Rajadesa, Ketua DMI . Ket BKPRMI Kec Rajadesa, kec Rajadesa, Kepala KUA Kec Rajadesa. Ketua Karang Taruna Kec Rajadesa, Ketua FPP Kec. Rajadesa, Ketua Galuh Anti Narkoba Kab. Ciamis.

Isi deklarasi tersebut selengkapnya sbb:

Ketua Gantar (Galuh Anti Narkoba) Kabupaten Ciamis Nana Sutisna SAg mengatakan, penolakan anak punk dan anak jalanan, terutama yang berkeliaran di wilayah Rajadesa merupakan kesepakatan warga, Karena dari kegiatan mereka sangat rentan dijadikan sasaran penyebaran narkoba.

Ketua MUI sering menemukan Anak punk kerap berkeliaran di Rajadesa dan meresahkkan masyarakat, misalnya dengan ngamen secara paksa.
Selanjutnya Ketua MUI KH. Didi Jubaedi mengatakan bahwa budaya punk tak sesuai dengan norma agama dan norma sosial yang berlaku di Rajadesa,” katanya.

 

Atas dasar itulah masyarakat Rajadesa menolak kehadiran anak punk dan anak jalanan ini, bukan semata meresahkan tapi juga tidak sesuai dengan kultur masyarakat Rajadea. (nana sutisna)