Pangandaran Diguncang Gempa, Tak Berpotensi Tsunami Wisatawan Malah Tenang

  • Whatsapp
gempa pangandaran

PANGANDARAN, JURNALPriangan.com: Gempa bumi kembali terjadi di Jawa Barat, setelah di Tasikmalaya, gempa berkekuatan 4.5 magnitudo mengguncang Kabupaten Pangandaran Sabtu (11/2) setelah shalat subuh. Gempa tersebut dirasakan sampai ke Ciamis, Garut, dan Tasikmalaya dan Cilacap Jawa Tengah. Belum dilaporkan ada korban jiwa.

Jurnalpriangan.com mengutip data dari laman twitter Badan, Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa tersebut terjadi pada pukul 05.06 WIB. Lokasi gempa berada di 8,17 Lintang Selatan dan 107, 91 Bujur Timur. “Pusat gempa berada di laut, 83 km barat daya Pangandaran,” tulis BMKG (11/1/2020). BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan terus mengingkuti perkembangan informasi terpercaya melalui situs resmi BMKG

Tidak dilaporkan akan adanya tsunami karena jika ditinjau dari lokasi epicenternya dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi dangkal.gandaran diguncang gempa pada Senin, 6 Januari 2020 dan Kamis, 9 Januari 2020 masing-masing berkekuatan 5,1 dan 4,8 Magnitudo.

Meski terjadi gempa, namun arus wisatawan pada akhir pekan ke Pangandaran tetap normal. Sejauh ini belum ada yang membatalkan boking hotel di Pangandaran.

Bahkan sejumlah hotel dan penginapan di kawasan wisata Pantai Pangandaran penuh pada libur akhir pekan wisatawan dari berbagai daerah yang sudah ada di Pangandaran sejak Jumat siang bahkan tidak tahu terjadi gempa bumi.

“Informasi dari PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) tak ada pembatalan hotel-hotel,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Undang Sohbarudin saat dihubungi wartawan.

Ia menuturkan, momentum libur Natal dan pergantian tahun seringkali ramai oleh wisatawan dari berbagai daerah ke sejumlah objek wisata di Kabupaten Pangandaran.

Disampaikan oleh Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Tangerang, Hendri Nugroho ST MSi, dari analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tektonik tersebut tidak berpotensi tsunami. Gempa bumi yang terjadi itu berkekuatan Magnitudo 4,8 dengan pusat gempa bumi terletak pada koordinat 8.23 LS – 108.25 BT, tepatnya berada di laut pada jarak 64 kilometer Barat Daya, dengan kedalaman 25 kilometer.

“Ditinjau dari lokasi epicenter dan kedalaman hiposenternya tampak bahwa gempabumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal, akibat adanya aktivitas gempa bumi di intraslab Lempeng Eurasia,” kata Hendro. (hend)

Pos terkait