jurnalpriangan.com

Wacana Buruh Diupah Per jam, di Tasik Mah Sudah Dari Dulu

TASIKMALAYA, JIURNALPriangan.com: Wacana penerapan upah per jam di Indonesia kini sedang ramai dibahas,. Akademisi dari Universitas Padjadjaran Ari Hendarmin berpendapat penerapan upah per jam harus dikaji secara mendalam dan survei yang benar “Untuk menerapkan upah per jam ini tidak sesederhana itu, karena bagaimana hubungan kerjanya. Misalnya BPJS, tunjangan, dll, itu yang harus dibicarakan,” katanya.

Rencana itu sebenarnya ditentang oleh para buruh mereka khawatir kesejahteraan makin menurun. Saat ini sistem penggajihan masih belum berpihak kepada buruh. Apalagi status pekerja kontrak tidak disukai serikat pekerja.

“Buruh khawatir dengan upah per jam kesejahteraan makin turun. Namun disisi lain, juga harus disadari juga ada beragam masalah dipekerja sendiri yang juga harus diselsaikan. Oleh karena itu, rencana ini harus dipikirkan baik-baik,” katanya.

Wakil LKS Tripartit Jabar Dedy Widjaja mengatakan penerapan upah per jam tidak akan menghapuskan sistem upah per bulan yang telah selama ini dilakukan. Upah per jam hanya diterapkan untuk pekerjaan tertentu, misalnya di bidang jasa.

Sementara, untuk industri sendiri menurutnya akan lebih tepat menggunakan upah per bulan. Alasannya, sistem pengupahan tersebut sebagai salah satu mekanisme bagi industri untuk dapat mengikat pekerjanya sebagai karyawan tetap yang merupakan modal bagi industri itu sendiri.

“Bagi perusahaan karyawan tetap itulah tenaga inti. Sehingga tidak perlu khawatir sebetulnya rencana upah per jam tersebut akan menghapus upah bulanan karena yang bulanan ini tetap penting,” ujarnya.

Dedy yang juga memiliki sejumlah pabrik mengakui secara gamblang lebih memilih upah bulanan. Pasalnya, pekerja yang ia miliki merupakan pekerja terampil dan sangat sulit untuk membentuk pekerja dengan keterampilan tersebut.

“Tapi upah per jam juga penting untuk melindungi tenaga kerja yang bukan bulanan dan bukan kontra juga. Mereka yang kerjanya harian yang artinya penerapan ini sesuai dengan pekerjaannya. Sehingga tidak perlu khawatir,” pungkasnya.(pr)

Exit mobile version