Ciamis Artinya Bau Anyir Segera Ganti dengan Kabupaten Galuh

  • Whatsapp

CIAMIS,JURNALPriangan.com- Budayawan Betawi Babe Ridwan Saidi memang kontroversial. Tapi ucapannya tentang Kerajaan Galuh membangkitkan spirit warga Tatar Galuh Ciamis untuk makin mencintai Galuh. Bahkan wacana penggantian nama Kabupaten Ciamis jadi Kabupaten Galuh kembali menguat pada acara Gelar Usik Galuh di Aula Setda Ciamis, Kamis (20/2/2020).

Salah seorang pembicara Prof.Sobana Hardjasaputra melempar kembali isu pergantian Kabupaten Ciamis jadi Galuh. Menurut dia sudah saatnya nama Kabupaten Ciamis diganti jadi Kabupaten Galuh, sebab nama Ciamis itu pemberian dari orang wetan (jawa). Asal usul Ciamis ketika itu mereka mencium bau amis bekas darah pascaperang di Sungai Cikapamayang. “Jadi masa nama kita masih pakai nama itu,” katanya sembari menambahkan wacana penggantian Ciamis jadi Galuh sudah sejak lama dilontarkan, namun jadi ngabuntut bangkong (tak jelas ujungnya).

Muat Lebih

Prof Sobana memang getol menyuarakan agak Kabupaten Ciamis jadi Kabupaten Galuh. Sebab Galuh sangat bermakna besar. Galuh artinya permata, sementara makna Ciamis dinilai rendah bahkan menjijikan. Dia mencontohkan universitas di Ciamis juga tak memakai nama Ciamis, tapi nama Galuh. “Sekarang tinggal begini saja yang ngalah mau siapa, Perguruan Tinggi di sini sudah memakai nama Galuh, masa Kabupaten Ciamis masih dipertahankan.

Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya sepakat pergantian nama Kabupaten Ciamis kembali jadi Kabupaten Galuh. Kalau perlu dilakukan referendum untuk menakar keinginan masyarakat. Namun untuk melakukan hal itu memerlukan biaya yang tak sedikit.

“Wacana Pergantian nama Ciamis jadi Galuh belum terealisasi? pergantian nama ada aturan yang harus ditempuh. Salah satunya harus ada referendum masyarakat. Penduduk Ciamis sekitar 1,4 juta jiwa. Itu juga memerlukan biaya yang tak sedikit. Tapi saya juga setuju untuk mengganti nama Ciamis kembali jadi Galuh, Misal saya setuju dan DPRD setuju (untuk kembali menggunakan nama Kabupaten Galuh), kenapa tidak,” kata dia.

Ketua DPRD Ciamis H Nanang Permana SH mengatakan wacana pergantian Ciamis jadi Galuh sudah lama digulirkan di DPRD, adalah Fraksi Galuh yang kencang saat tu mendesak agar nama Ciamis diganti. Tapi entah apa sebabnya wacana itu meredup kembali. Padahal pergantian nama kabupaten dari Ciamis kembali ke Galuh tidaklah sulit seperti nama Kabupaten Pontianak diganti jadi Kabupaten Mempawah, Kota Ujung Pandang kembali jadi Kota Makassar. Namun perubahan nama tersebut jelas ada ongkos sosialnya.

Secara terpisah Wawakil Kerajaan Galuh Raden Hanif mengatakan, nama Galuh lebih berwibawa dari Ciamis nama Ciamis, yang dipandang miskin filosofi serta makna. Tak ada kejelasan dari mana kata tersebut, tercipta dan sebab akar budaya sehingga dipergunakan. Nama Ciamis disematkan pemerintah dengan akar warisan pengaruh pemerintahan kolonial Belanda, yang diambil dari kata dari Ci dan Amis. Belanda memang memiliki semangat untuk menihilkan sejarah kerajaan dan bahkan budaya Indonesia.

“Yang dimaksud “Amis” dalam bahasa Sunda yang harusnya berarti manis, ataukah Amis dalam bahasa Indonesia yang artinya anyir. Hal itu bertolak belakang dengan arti kata Galuh dari Kerajaan Galuh, yang menjadi pusat Ciamis yang sarat maknanya, positif juga filosofis. Galuh selalu dikaitkan ‘galeuh ning galih’. Artinya intinya hati, hatinya orang Sunda, juga nama itu nama kerajaan besar pada masanya,” tandasnya. (fey)