Penyebab Tewasnya Siswi SMPN 6 Tasik Masih Misterius, Sikap Bapaknya Ada Yang Janggal

  • Whatsapp

TASIKMALAYA, JURNALPriangan.com: Sudah 4 hari sejak ditemukan meninggal di gorong-gorong, kasus siswi SMPN 6 Tasikmalaya masih misterius.
Jajaran Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota masih terus bekerja keras untuk mengungkap kasus Delis Sulistina (13) warga Kampung Sindangjaya, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi.

“Mohon bersabar, kami masih terus berupaya mendalami kasusnya, sambil menunggu hasil autopsi,” kata Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Anom Karibianto, Jumat (31/1/2020). Dalam kasus ini polisi sudah memangil 9 saksi. “Semua keterangan maupun bukti masih terus kami himpun, sambil menunggu hasil autopsi yang dilaksanakan Selasa (28/1). Jumlah saksi yang sudah dimintai keterangan sembilan orang, yaitu dari pihak sekolah, keluarga, dan warga,” kata Anom melanisr tribunjabarnews.com

Muat Lebih

Sikap Bapaknya Janggal

Ibu kandung korban Wati Candrawati (46) anak sulungnya meninggal tak wajar. Saat pemakaman, pada Rabu 29/1/2020 ayah kandung Delis tak hadir. Maklum mereka sudah bercerai. Mereka tinggal terpisah dan hubungannya kurang harmonis setelah bercerai. Delis (13) tinggal bersama ibunya di Mangkubumi. Sedangkan ayah almarhum bekerja di rumah makan di Jalan Laswi.

Hubungan orangtua Delis yang tak harmonis diungkap oleh Wakil Kepala Sekolah SMP 6 Tasikmalaya Saefulloh kepada awak media, Jumat (31/1/2020).
Saepulloh juga pernah menanyakan keberadaan Delis saat itu, tapi ayahnya bilang Delis ada beramanya. Namun beberapa hari kemudian Delis justru ditemukan di gorong-gorong dan sudah tidak bernyawa.

“Waktu itu bertemu di tempat kerjanya dan yaahnya mengaku kalau anaknya bersamanya,” kata Saefulloh mengutip kompas.com.

baca juga: Inilah Pengakuan tukang Cilok Saat Temukan Desi di Gorong-gorong

Mendengar keterangan dari ayahnya tersebut, lanjut Saefulloh, pihak sekolah saat itu langsung menghentikan pencariannya dan percaya kalau korban bersama ayahnya.

“Setelah ada keterangan itu kami lega walau tidak sampai melihat Delis. Masa ayah kandung sampai menyatakan hal tidak benar,” kata Saefulloh.

Setelah Delis tak kunjung pulang, keluarga mencari-cari korban ke rumah sanak saudara. Namun, hasilnya nihil. Keesokan harinya, keluarga melaporkan Desi yang hilang ke polisi.

“Sejak saat itulah tidak diketahui keberadaan Desi. Kami sempat melakukan pencarian ke rumah sanak-saudara tapi tidak ada. Besoknya, Jumat (24/1/2020) barulah kami lapor polisi,” kata Ade Munir, kerabat korban.

Pencarian pun dilakukan. Polisi sempat mendatangi sekolah Desi di Jalan Cilembang. Ade mengatakan polisi dan warga sempat berbincang-bincang dengan warga persis di lokasi ditemukannya jasad Desi.

“Saat itu kami berkerumun persis di sekitar atas jasad Desi berada. Tapi memang saat itu belum tercium apa-apa. Sehingga tidak curiga sama sekali jasad Desi berada di dalam gorong-gorong,” ujar Ade.

Jasad Desi ditemukan di gorong-gorong yang berdiameter 50 cm. Gorong-gorong itu berada di depan pilar SMP Negeri 6. Desi ditemukan setelah warga curiga mencium bau tak sedap.

Delis ditemukan tak bernyawa di dalam gorong-gorong depan sekolahnya sendiri di Jalan Cilembang, Senin (27/1/2020) sore.

Delis sebelumnya dinyatakan hilang sejak berangkat sekolah dari rumahnya di Kamis (23/1/2020) Karena dicari tak ketemu, keesokan harinya, Jumat (24/1/2020), pihak keluarga melaporkan hilangnya Delis ke Polsek Mangkubumi.

Jasad korban ditemukan di dalam gorong-gorong setelah ada warga yang mencium bau tak sedap dari dalam gorong-gorong, Senin (27/1/2020) sore.

Saat ditengok ke dalam ternyata ada tubuh manusia. Warga sempat menggali bagian atas gorong-gorong sampai bolong dan terlihat ada kaki. Temuan itu segera dilaporkan ke polisi. Jajaran Satreskrim yang tiba di lokasi meneruskan penggalian.

Saat berhasil diangkat, ternyata jasad itu tak lain Delis yang masih mengenakan seragam pramuka serta membawa tas. Sebelumnya,

Suasana Haru Saat Proses Evakuasi

Proses evakuasi jasad Desi Sulistina (13) dari dalam gorong-gorong di depan sekolahnya, SMP Negeri 6 Kota Tasikmalaya, Senin (27/1/2020) sore, mengundang haru warga. Saat polisi berhasil membongkar bagian atas gorong-gorong, tersembul tangan dan kaki korban berwarna putih.

Sejumlah ibu-ibu tampak tak kuasa menahan emosi dan menangis. Ibu kandung korban, Wati Candrawati (46), juga berada di lokasi.

Ia tampak masih tenang. Saat itu memang belum diketahui siapa jasad perempuan tersebut. Karena lubang dirasa masih kurang besar, polisi dengan hati-hati kembali menggali dengan menggunakan linggis.

Setelah lubang cukup besar, barulah jasad Desi bisa dievakuasi seluruhnya. Isak tangis Wati langsung pecah, ketika ia mengetahui persis kantong dan sepatu yang dikenakan mayat itu milik Desi. Kondisi jasad sendiri sudah mulai mengeluarkan bau tak sedap.

Kasatreksrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Dadang Soediantoro, mengatakan, jasad Desi ditemukan berawal dari bau tak sedap yang muncul dari dalam gorong-gorong, serta aliran air tak biasanya mampet.

“Warga kemudian melongok ke dalam gorong-gorong dari bagian yang terbuka dan terlihat ada tubuh manusia. Mereka sempat menggali di bagian atas mayat. Tapi tak dilanjutkan dan segera lapor ke kami,” kata Kasatreskrim. (yudi nugraha)

Pos terkait