Pilihlah Wakil Bupati Tasikmalaya yang Berakhlak, Deni R Sagara atau Heri Ahmadi

  • Whatsapp

 

TASIKMALAYA, JURNALPriangan.com. Besok Senin (24/2/2020) pemilihan wakil bupati Tasikmalaya bakal digelar dalam rapat paripurna DPRD. Sebanyak 50 anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya bakal memberikan suaranya kepada dua kandidat masing masing Heri Ahmadi  dari PKS dan Deni R Sagara dari PAN. Yang erpilih akan mendampingi Ade Sugianto dalam lima bulan ke depan.

Meskipun hanya menjabat selama lima bulan, namun suasanaya bakal seru. Apalagi proses pengisian jabatan wabup ini sempat molor dan memanas. Tapi masing-masing punya peluang untuk mendampingi Ade Sugianto. Tapi bola ada di tangan anggota DPRD Kab Tasikmalaya. Akan memberikan kepada siapa, pilih Deni atau Heri Ahmadi.

Pengamat politik yang juga dosen IAIC Tasikmalaya Asep M Tamam mengatakan Anggota DPRD harus mendengar aspirasi yang berkembang di masyarakat. Tasikmalaya dikenal sebagai kabupaten yang agamis, jadi sebaiknya memilih calon pemimpin yang mengedepankan nilai-nilai agama. Salah satunya menjungjung tinggi akhlak.

“Masyarakat saat ini sangat membutuhkan wakil bupati untuk bisa membantu tugas bupati sehingga pembangunan di Kabupaten Tasikmalaya lancar, meski durasinya pendek hanya lima bulan, tapi jangan salah pilih, masayarakat sudah tahu masing-masing track record calon bupati,” kata dia.

Menurutnya, pemilihan wakil bupati Tasikmalaya nuansa politisnya sangat kental dibanding kepentingan masyarakat. Artinya masih ada tarik ulurnya kepentingan di partai pengusung pun menjadi faktor belum ada kepastian soal posisi wakil bupati. Karena peta posisi wabup hari ini akan berdampak terhadap kondisi politik pada Pilkada 2021.

Secara terpisah Heri Ahmadi tidak terlalu ambil pusing apakah dirinya akan dipilih atau tidak. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada 50 anggota DPRD sebagai pemilik suara, tiga di antaranya dari PKS.

“Ini momen bersejarah bagi DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Lagipula hanya lima bulan jadi wakil. Kalau berbicara visi dan misi ikut saja, waktu lima bulan ibarat drama untuk mengisi kekosongan,” katanya yang sempat anggota DPRD Kota Tasikmalaya periode 2009-2014. (ren)