Siapakah Mursyid TQN Suryalaya Sekarang?

  • Whatsapp
Siapakah Mursyid TQN PP Suryalaya Sekarang
Siapakah Mursyid TQN PP Suryalaya Sekarang

Syeikh Muhammad ‘Abdul Ghouts Saefullooh Maslul Al-Qodiri An-Naqsyabandi Al-Kaamil Qs adalah mursyid Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya sekarang. Itu keyakinan saya. Meskipun terdapat pro dan kontra. Terserah memang apa untungnya memperdebatkan masalah ini. Apalagi orang yang menolak kemursyidan Abah Aos cenderung mencaci dan bersikap kasar. Padahal kalau mereka mengaku sebagai Ikhwan TQN PP Suryalaya bersikap kasar itu bertentangan dengan Tanbih.

Yang lebih memprihatinkan, golongan yang menolak kemursyidan Abah Aos tak berdasarkan dalil syar’i tapi cenderung terpengaruh hawa nafsu dan kepentingan politis. Padahal mereka tahu penunjukan mursyid dalam thoriqoh itu tidak harus berdasarkan surat tertulis, seperti SK CPNS, Surat pengangkatan sebagai bupati dan pejabat. Atau raja yang menurunkan tahtanya kepada sang mahkota. Pemikiran itu salah kaprah. Seperti pendapat Dimas Dwi Cahyo yang ditulis di Kompasiana.

Dia berpendapat KH.Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin ra./Abah Anom tidak pernah mengangkat atau memberikan amanat/khirqoh kemursyidan kepada Ajengan Abdul Gaos SM.

Yang mencela kemursyidan Abah Aos pun berpendapat bahwa saat ini mursyid TQN PP Suryalaya masih KH A Shohibulwafa Tajul Arifin yang dikenal dengan panggilan Abah Anom. Masa kemursyidannya 100 tahun. Padahal jelas sekali dalilnya bahwa seorang mursyid itu harus masih hidup. Sesepuh tarekat Qadiriyyah wan Naqsyabandiyyah Pondok Pesantren Suryalaya KH Muhammad Sholeh menambahkan, tarekat tidak akan bisa berjalan ketika tidak ada gurunya (mursyid).

baca juga: Penerus Mursyid TQN PP Suryalaya, Dan Bukti Keontetikan Abah Aos Sebagai Mursyid

ā€¯Ibarat shalat berjamaah, tentu harus ada imamnya. Kalau yang mengaku imam banyak, yang terjadi adalah dorong-dorongan. Inilah yang sering terjadi ketika perbedaan dimasalahkan.

Mereka yang gelap mata mencela kemursyidan Abah Aos tidak tahu atau sengaja tidak tahu perkataan Abah Anom kepada Abah Aos di bawah ini.

Abah mah kumaha ceuk Aos. Ceuk Aos “A”? “A”, Ceuk Aos “B”, “B”.

Tulisan diatas di garis bawahi dan diberi kata :

“38 Huruf”.

Dalam bahasa Indonesia, ini artinya “Abah (Abah Anom) sih bagaimana kata Aos (Abah Aos) saja. Kata Aos “A” yaa “A”. Kata Aos “B” yaa “B”.
Jumlah dalam sabda Abah Anom pada tahun 1983 ini ternyata terdiri dari 38 Huruf..!! Dan Abah ‘baru’ menghitungnya saat ini.
Adakah yang kebetulan? Kata “kebetulan” adalah kata yang mengandung ketidakpercayaan terhadap kekuasaan Alloh.

Mursyid TQN PP Suryalaya Sekarang Adalah Syaikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Ra

1.Mengenal dalam cara Sains yaitu mengenal semua pemikiran baik yang berupa tulisan, saran, ceramah, artikel dan buku-bukunya.Dengan kata lain kita perlu mengenal pikiran, pemikiran, dan ide-ide dari seseorang yang mengenal pribadinya.

2.Melengkapi Cara yang pertama yaitu mengenal individu dengan meninjau kehidupannya dan menemukan latar belakang keluarganya, bagaimana beliau dilahirkan, garis keturunannya, bagaimana beliau melewati masa kanak-kanaknya, bagaimana beliau dibesarkan, dimana beliau belajar, siapakah guru-gurunya, peristiwa apakah yang pernah beliau alami dalam hidupnya dan sebagainya.

Beberapa tanda kemulian Abah Aos

1.Sebelum kelahirannya, ada orang tua yang terkenal tajam mata batinnya menyatakan bahwa: “Nanti di sebelah selatan Ciomas akan ada Ulama Besar, tempat orang bertanya “.

2.Abah_Sepuh pernah berkata (sambil berteriak) kepada lurah pabuaran : “Yeuh..engkemah ti panjalu teh turun lalakina euy – heii.. nanti itu akan turun dari panjalu laki-lakinya “.

3.Ketika beliau masih di dalam kandungan ibundanya(Ibu Hj Siti Muslihat), ibundanya bermimpi di datangi kakeknya Syekh Muhammad Kahfi bersama kakek sepupunya yang bernama Ajeungan Syarifudin Banjarsari-Banjarsana. Mereka berdua masuk ke rumah kecil membawa permadani dan lampu kristal dan mereka duduk bersama ibundanya.Lalu kakeknya memanggil ibundanya. “Neng…mama datang tidak lama, hanya memberi tahu bahwa neng akan mempunyai anak laki-laki. Kasih ia nama Abdul Gaos. Syukur-syukur ia dipesantrenkan, tidak juga anak itu akan mewarisi ilmu laduni ” begitu kata kakek beliau.

4.Sewaktu beliau dilahirkan, tidak seperti bayi-bayi lain. Beliau lahir pada tanggal 14 Ramadhan 1363 / 4 Agustus 1944 M, pukul 15:00 wib, hari Jumat dengan tidak diiringi darah nifas setetespun langsung Ghoslu Al-Wiladah.

5.Salah seorang sepuh, Abah Endos yang sedang ronda malam sering melihat bulan jatuh ke kamar beliau.

6.Sewaktu beliau kecil sekitar tahun 1957, ibundanya yg waktu itu berkhidmat di dapur Abah Anom didatangi Pengersa Abah Anom dan bertanyakan keadaan putranya. Kata Abah Anom : ” Naahh.. itu buat Abah, Abah perlu “.Syaikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul pernah menuturkan, setiap amalan kebaikan seharusnya dilakukan terus dan meremehkan godaan yang datang.

Penulis: Galuh Alsyawali

(*)

Pos terkait