jurnalpriangan.com

Tega Pisan…! Kakak Ipar Colok Kemaluan Balita 16 Bulan

TASIKMALAYA- Kasus kemaluan balita berusia 16 bulan yang berdarah di Tasikmalaya akhirnya terungkap. Balita itu ternyata diduga dianiaya kakak ipar, suami kakak kandungnya sendiri. Pelakunya berinisial O (35) dan kini masuk sel Mapolres Tasikmalaya Kota. Warga Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya ini mengaku kesal karena korban sering menangis.

Kasatreskrim Polres Taskmalaya Kota AKP Dadang Soediantoro, Minggu (2/2/2020) mengatakan, kejadiannya dua pekan lalu. Ceritanya mereka tinggal di rumah sempit.

Maklum anak balita, sering rewel dan nangis. Rupanya tersangka tak sabar. Saat kedua orang tua korban lengah, tersangka masuk kamar dan memukul korban serta jari tangannya dimasukkan ke dalam kemaluan korban hingga berdarah.

“Setelah melakukan itu, dia langsung kabur. Awalnya tersangka mengelak dan memberikan keterangan muter-muter setelah didesak akhirnya akhirnya dia mengakui perbuatannya,” kata Kasatreskrim dikutip dari tribunjabar.com.

Baca juga: Kasus Ssiwi SMPN 6 Tasikmalaya Masih Misterius

Diberitakan sebelumnya balita berusia 16 bulan di Kabupaten Tasikmalaya mengeluarkan darah. Warga mengira korban pencabulan Peristiwanya terjadi Senin (13/1/2020). Kasusnya kemudian ditangani Polres Tasikmalaya Kota setelah Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto mendampinginya.

Ato mengungkapkan, rumah orang tua korban dihuni oleh dua keluarga. Selain kedua orang tua korban, di rumah itu pun ada pasangan suami istri yang dimana istrinya merupakan kakak korban.

“Nah pada hari Senin itu orang tua korban mau pindah rumah, dan ibu korban beres-beres barang yang akan dibawa. Sementara ayahnya tengah bekerja serabutan,” kata Ato Rinanto.

Pada saat membereskan barang-barang itu, korban ditinggal tidur di dalam kamar.

“Setelah selesai beres-beres barang, ibu korban bermaksud menggendong korban. Tapi ternyata korban menangis dan dari kemaluannya keluar darah,” ujar Ato Rinanto.

Baca juga: Bolos 20 Hari, Ditegur Malah Ngamuk di Sekolah, Tantang Guru Berkelahi

Ibu korban terkejut dan panik. Ia segera membawa korban ke tetangganya, seorang tokoh.

“Di situ diperiksa, ternyata darah itu memang keluar dari dalam kemaluan korban. Kami yang mendapat laporan kejadian itu, langsung melakukan pendampingan,” kata Ato Rinanto.

Korban dibawa ke RSU SMC Singaparna untuk mendapat perawatan sekaligus visum. Sementara ibu korban melaporkan kejadian itu ke Polres Tasikmalaya Kota.

“Melihat kronologis yang ada, warga menduga kuat terduga pelaku adalah kakak ipar korban. Usianya sekitar 35 tahun. Saat ini diamankan pihak keluarga untuk menghindari aksi main hakim sendiri,” ujar Ato Rinanto.

Ia mengakui segala perbuatannya. Kepada polisi, kakak ipar itu mengaku kesal terhadap korban yang kerap menangis.

Tersangka bakal diganjar dengan pasal 82 dan atau 80 UU nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. (yudi wahyudi)

Exit mobile version