jurnalpriangan.com

Vasco Ruseimy Pengunggah Galuh Brutal, Pernah Terjerat Korupsi Pengadaan Al-quran

JAKARTA, JURNALPriangan.com: Vasco Ruseimy bukan sekedar Youtuber biasa. Dia adalah Ketua DPP Partai Berkaya dan politikus muda yang moncer di ibukota. Jabatan terakhir adalah wakil direktur IT BPN. Pengunggah video Ridwan Saidi di kanal youtube macan idelais ini ada dibalik kegaduhan warga Tatar Galuh Ciamis. Bukan kali ini saja Vasco bikin heboh, video yang diunggahnya kerap menimbulkan reaksi. Yang mengagetkan Vasco pernah diperiksa KPK terkait kasus korupsi
di Kementerian Agama.

Dialnsir dari mediaindonesia.com, pada tahun 2012, ketika Bambang Widjojanto (BW) berstatus sebagai Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Vasco Ruseimy pernah dicegah ke luar negeri dalam kasus korupsi anggaran pengadaan Alquran. Vasco juga sempat bolak-balik diperiksa penyidik KPK dalam kasus tersebut.

Saat itu Vasco adalah Ketua DPP Generasi Muda Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (Gema MKGR) Vasco mengaku dirinya diperiksa untuk tersangka Ahmad Jauhari dalam kasus dugaan korupsi pengadaan kitab suci Alquran dan pengadaan komputer untuk Madrasah di Kementerian Agama (Kemenag).

Vasco diperiksa dalam kapasitas sebagai pegawai PT Berkah Lestari Indonesia. Selain memanggil Vasco, KPK memanggil seorang saksi bernama Tofan Maulana. Nama Vasco disebut oleh mantan terpidana kasus korupsi di Kementerian Agama (Kemenag) ini, Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq, saat hendak menjalani pemeriksaan KPK.

Selain pernah terjerak Kasus korupsi inilah fakta Vasco Ruseimy

1. Anak Minang jadi Caleg Termuda

Vasco Ruseimy adalah anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Rusman Husein dan Ermyati. Pria kelahiran Jakarta, 13 Juli 1986
ini memiliki darah politik dari kakeknya yang pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Bukit Tinggi, Sumatra Barat. “Opa saya, Abdul Madjid, dari Golkar juga, katanya mengutif indtimes.com.
Pada Pileg 2019 dia merupakan caleg termuda di Dapil 7 Jawa Tengah yang meliputi wilayah Kebumen, Purbalingga, dan Banjarnegara.
Menjadi caleg, kata Vasco, didasari rasa geram dirinya terhadap pemerintah dan politisi-politisi di Senayan yang tidak mendengarkan aspirasi mahasiswa. Bahkan, uniknya, Vasco menganalogikan gedung DPR sebagai studio musik yang kedap suara dan tidak dapat mendengar suara dari luar ruangan atau sebaliknya.

Vasco menjelaskan, terjun menjadi caleg berawal dari karirnya sebagai pengurus DPP Gema MKGR yang merupakan sayap dari Partai Golkar, dilanjutkan dengan menjabat di jajaran fungsionaris Partai Golkar dengan berbagai orientasi yang harus dijalani. “Dimulai sejak tahun 2007, sebelumnya aktif di BEM Teknik sebagai Kabiro,” tutur alumni SMAN 1 Jakarta Budi Utomo ini.


3. Pengagum Suharto

Vasco dengan lantang mengatakan adalah pengagum mantan Presiden Soeharto.Kekagumannya terhadap Soeharto itu membuatnya bergabung ke Partai Berkarya, partai yang dipimpin Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto, putra mendiang Soeharto. Sebelum bergabung dengan Partai Berkarya, Vasco lebih dulu bergabung dengan Partai Golongan Karya (Golkar). Dia juga aktif di MKGR.

Bahkan Vasco melangkah lebih jauh dengan menjadi juru bicara Badan Pemenangan Nasional capres dan cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Kekaguman Vasco pada sosok Soeharto membuatnya ingin mengembalikan program-program Orde Baru yang dinilai membuat negara lebih stabil. Menurutnya rezim Orde Baru punya kelebihan sendiri.

4. Mantan Wakil Direktut IT Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi

Saat Pilpres 2019 Vasco adalah wakil Direktur IT Badan Pemenangan Prabowo-Sandi. Saat Direktur Tim IT (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga, Mustofa Nahrawardaya, diciduk polisi Minggu ( 26/5/2020) ditangkap polisi. Vasco lah yang paling berani membela. “Miris rasanya melihat kejadian kejadian belakangan ini, di saat rakyat akhirnya menjadi takut untuk berpendapat di negara demokrasi ini,” katanya.

Vasco mengatakan pihaknya pun siap memberikan pendampingan hukum kepada Mustofa Nahra. Namun dia mengaku hingga saat ini belum mendapatkan informasi mengenai penangkapan salah satu anggota BPN tersebut.

5. Babe Saidi Idolanya

Selain pengangum Suharto, Vasco Ruseimy juga mengidolakan Ridwan Saidi yang dipanggilnya Babe. Menurutnya, Ridwan Saidi memiliki pemikiran yang sangat luar biasa dan memiliki pandangan berbeda dari sejarah yang selama ini didapatkannya dari sekolah.

“Makanya gua sering menggali sejarah itu dari Babe, tapi pada intinya adalah tidak ada niat melecehkan warga Ciamis maupun warga lainnya. Karena menurut gua sejarah itu punya berbagai pandangan dan punya berbagai sudut pandang dari berbagai sisi,” katanya lagi.

Dalam videonya, Vasco juga meminta agar orang-orang memahami apa yang berusaha disampaikannya. “Semoga teman-teman memahami niat gua selama ini. Gua mentransferkan atau menyampaikan orang-orang punya pemikiran yang menurut gua menarik dan berbeda,” lanjutnya.

Dia juga meminta dukungan agar dirinya bisa kembali menghasilkan rekonsutruksi-rekonstruksi sejarah yang ada di Indonesia agar Indonesia ini bisa lebih utuh.

“Karena menurut gua apabila kita mencintai masa lalu, maka masa lalu akan kembali mencintai kita,” ungkapnya.

Terkait pernyataan Ridwan Saidi, Vasco Ruseimy juga meminta keterangannya tidak dipandang dari sisi negatif tapi dipandang dari sisi positifnya.

“Gua sangat menghargai sekali apabila ada juga dari sumber lain yang bisa memberikan pandangan-pandangan yang lain terkait sejarah-sejarah yang ada di Indonesia juga Kabupaten Ciamis, jadi bisa diluruskan sejarahnya,” katanya. (red)

Exit mobile version