FKPAI Kab. Ciamis Prihatin Angka Perceraian Tinggi dan Magrib Mengaji Belum Optimal

  • Whatsapp
Nana Sutisna dalam acara audiensi para korcam FKPAI dengan Komisi D di DPRD Kab Ciamis, 10 Maret 2020,

CIAMIS, JURNALPriangan.com: Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kabupaten Ciamis mengusulkan agar Pemerintah Kab Ciamis memiliki program untuk  menekan angka perceraian dan optimalisasi Magrib mengaji. Sebab, angka perceraian di Kabupaten Ciamis sangat tinggi, bahkan sebagai juara nasional.

Ketua FKPAI Ciamis Nana Sutisna, S.Ag merasa miris dengan pemberitaan di media tentang perceraian yang masuk di Pengadilan agama Ciamis . Bahkan menurut data peringkat tiga di Jawa Barat dan pengaduan perceraian secara online secara  Nasional paling banyak.

Selain itu FKPAI menilai rogram Maghrib mengaji tidak berjalan optimal.

“Program magrib mengaji itu sangat bagus, kalau dikelola dengan baik itu bisa untuk sarana pembinaan keluarga sakinah, sehingga bisa menekan angka perceraian di Ciamis, namun sayang program magrib mengaji itu sekarang mandeg, padahal kami siap menjalankan program itu kalau diminta oleh Pemda” ujar Nana Sutisna dalam acara audiensi para korcam FKPAI dengan Komisi D di DPRD Kab Ciamis, 10 Maret 2020,

Selain itu Ketua FKPAI menyoroti tentang kenakalan remaja, narkoba dll yang menjadi penyakit masyarakat akan terminimalisir jika program keluarga sakinah dijalankan, karena semua permasalahan itu sebenarnya kembali kepada keluarganya, sejauh mana kepala keluarga bisa membina anggotanya.

Disinggung masalah regulasi, Nana Sutisna menyerahkan kepada pemerintah.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya MM menyebut angka perceraian di Ciamis sangat tinggi. Menurut Herdiat Sunarya, angka perceraian di Ciamis merupakan yang tertinggi ketiga di Jawa Barat.

Kasus perceraian di Ciamis, ucap Herdiat Sunarya, banyak terjadi di kalangan PNS di Dinas Pendidikan ( Disdik), termasuk para guru.

Herdiat Sunarya pun mengaku prihatin dengan tingginya angka perceraian di Ciamis tersebut.

“Angka perceraian di Ciamis luar biasa tinggi. Nomor tiga se-Jabar. Kondisi tersebut jelas memprihatinkan, apalagi angka perceraian di kalangan ASN terutama dari Disdik juga tinggi. Kadang saya berpikir, banyak guru di Ciamis yang bercerai apakah karena setelah mendapat tunjangan sertifikasi?” ujar Herdiat Sunarya. (nas)