Pegawai BUMN Yang Suspect Corona di Cianjur Meninggal Karena Sakit Paru-Paru

  • Whatsapp

JAKARTA, JURNALPriangan.com: – Pasien suspect Corona di Cianjur terbukti meninggal bukan karena covid-19. Karyawan BUMN itu meninggal karena sakit yang sudah dideritanya lama.

“Yang di Cianjur bukan karena covid-19 tapi memang yang bersangkutan ada riwayat penyakit paru-paru, sebelum umrah,” ujar Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Selasa (3/3/2020).

Muat Lebih

Menurut dia, hingga pukul 14.40 WIB ini, hanya ada dua orang yang dinyatakan positif virus Corona.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto memastikan, karyawan BUMN berinisial D yang meninggal di Cianjur, Jawa Barat negatif virus corona (Covid-19).

Warga Tambun, Bekasi, Jawa Barat yang berusia 50 tahun itu sebelumnya dilaporkan sebagai pasien suspect virus Corona.

“Yang dari Cianjur, hasil pemantauan kita termasuk dalam 155 (pasien) yang negatif. Jadi meninggalnya bukan karena Covid-19,” kata Yuri di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Diberitakan seorang pria berusia sekitar 50 tahun yang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit dr Hafidz (RSDH) Cianjur, Jawa Barat dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (3/3/2020), setelah diduga terjangkit virus Corona.

Pasien yang merupakan karyawan di salah satu BUMN itu berdomisili di Bekasi dan sedang berkunjung ke keluarganya di Cianjur, usai kembali dari Malaysia. Dirinya meninggal dunia sebelum sempat dirujuk ke Bandung.

Berdasarkan informasi, pasien tersebut punya riwayat perjalanan ke Malaysia dan kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat. Namun, beberapa hari setelah pulang dari Malaysia, pasien mengalami gejala demam dan batuk.

Petugas medis RSDH Cianjur langsung membawa jenazah pasien ke rumah duka di Bekasi dengan menggunakan mobil ambulans milik rumah sakit tersebut. (liputan6)

 

Pos terkait