Polisi Bongkar Bisnis Esek-esek Online di Singaparna: Satu Mucikari Punya 50 Stok ABG

  • Whatsapp

TASIKMALAYA, JURNALPriangan.com: Sangat parah..! Prostitusi online sekarang merebak hingga ke kota kecil, buktinya Polres Tasikmalaya berhasil membongkar jaringan prostitusi online dengan menggunakan aplikasi jejaring sosial (Michat) di Singaparna Kabupaten Tasikmalaya. Melalui aplikasi ini calon pelanggan bertaransaksi lalu melakukan praktek prostitusi di kosan.

Polres Tasikmalaya berhasil membongkar kasus prostitusi online setealah mendapatkan laporan dari warga. Praktik ini memang sudah sangat meresahkan. Setelah mendapat laporan dari warga polisi selanjutnya melakukan penyelidikan. Hasilnya ternyata memang benar ada praktik prostitusi online di Singaparna. Si Penjaja Cinta mengekspose dirinya di aplikasi me chat lalu ketemuan dan kencan di kosan.

Baca juga: Jumlah Janda di Tasikmalaya Meningkat, Penyebabnya Selingkuh

“Benar sekali ada praktik prostitusi online di Singaparna Ia kita ciduk beberapa hari lalu di suatu kos-kosan di daerah siangaparna,” Ungkap Kapolres Tasikmalaya Herdria Lesmana.

Dia menjelaskan, setelah dapat informasi bahwa ada kos-kosan jadi praktek prostisi suatu kos- kosan.

Maka hasil dari lidik kami ternyata modusnya menggunakan aplikasi mi chat dan ternyata itu benar.

“Jadi dia transaksinya melalui me chat, menampilkan foto PSKnya, kalu sudah deal dengan pelanggan ini akan langsung ketemuan di kosa- kosan,”jelas kapolres ke sejumlah awak media. Untuk tarif para PSK itu relatif berkisar 200 ribu sampai 300 ribu.

“Jadi si pelaku hanya dapat bagian 50 sampai 100 ribu dari seorang PSK,” tandasnya.

AG (43) mucikari, mengaku, selain memiliki 50 PSK. “Kebanyakan para penjajal sek atau cotumernya itu dari kalangan mahasiswa, berjalan kurang lebih 2 bulan,” ungkapnya. Akibat perbuatannya tersebut, tersangka terancam hukuman kurungan penjara selama satu tahun empat bulan. (*)