Anggota DPRD Jabar Tetep Abdulatip Minta Pemprov Evaluasi Pendistribusian Bansos

  • Whatsapp

TASIKMALAYA, JURNALPriangan.com: Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS, Drs KH Tetep Abdulatip meminta pemprov Jabar mengevaluasi probram bansos. Dia berpendapat sebaiknya program bantuan sosial untuk penanganan Covid-19 tersebut dihentikan dan dialihkan dari Bantuan Non Tunai (BNT) menjadi Bantuan Langsung Tunai (BLT).

“Setelah kami berkeliling desa di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya kami menerima keluhan dari warga terkait kualitas bantuan sosial dari Pemprov Jabar, sebagai wakil rakyat  kami mengusulkan program tersebut dihentikan dari non tunai. ” ujar Tetep Abdultalip anggota DPRD Jabar dari Dapil Kabupat dan Kota Tasikmalaya ini.

Menurut dia dalam program bansos non tunai pertama yang menjadi persoalan adalah susahnya pendistribusian yang harus sampai ke pelosok. “Yang terjadi malah pengiriman lambat akan berdampak terhadap pengiriman yang tidak tepat sasaran, ini menjadi kacau balau” ucapnya.

Yang kedua persoalan yang terjadi di lapangan, menurutnya, pada kualitas yang saat ini sudah mulai terangkat ke publik. Seperti di Garut adanya telor busuk “Telor Berading”, jika memang itu telor berading berarti pemerintah menyuruh masyarakatnya mengkonsumsi.

“Sama saja pemerintah meracuni masyarakatnya. Ini sangat tidak baik jika memang isu ini yang terangkat,” katanya.

Yang ketiga persoalan pengadaan barangnya. Menurut Tetep Abdulatip, dalam pengadaanya dikuasi oleh pengusaha yang memiliki akses besar. Artinya pengusaha yang kuat, seharusnya ada sub contrak pada pengusaha kecil yang ada di daerah.

Justru sebaliknya jika bansos ini dilakukan secara tunai, maka yang akan makmur itu adalah warung-warung yang ada di sekitar penerima.

“Bayangkan di satu kampung dan satu desa ada 50 orang yang menerima sebesar Rp 500 ribu. Maka omzet yang beredar di kampung tersebut bisa mencapai Rp25 Juta dalam satu bulan,” ujarnya.

Jika memang benar pemerintah provinsi ingin mensejahterakan rakyatnya, Ia meminta segera dilakukan evaluasi terkait pemberian bansos secara non tunai dan dialihkan ke bantuan langsung tunai.

“BLT akan mengurangi resiko yang sangat besar. Bulan depan bansos non tunai harus bisa dialihkan ke bantuan langsung tunai. Ini yang harus dilakukan gubernur,” katanya.

Seperti diketahu komoditi telur untuk bantuan sembako Gubernur Jawa Barat, M. Ridwan Kamil ditemukan dalam kondisi membusuk sebelum bantuan tersebut disalurkan. Bahkan angkanya mencapai 4 ton telur. (med)

Pos terkait