Bahas Dampak Ekonomi Akibat Corona di Tasikmalaya, Ketua Kopontren Idrisiyyah Datangi BI

  • Whatsapp

TASIKMALAYA, JURNALPriangan. Virus corona tak bisa dipungkiri berdampak pada ekonomi masyarat, oleh karena itu dalam menyikapi dampak Covid-19 terhadap ekononi, Ketua Kopontren Fathiyyah Tasikmalaya Ahmad Tazakka Bonanza menyambangi Kantor Bank Indonesia Perwakilan Wilayah (KPW) Priangan di Tasikmalaya.

Kedatangan kang Aka, sapaan akarb Aka Tazakka Bonanza, bersama timnya untuk berdiskusi menyikapi masalah tersebut.

Bacaan Lainnya

Tim Aka Bonza disambut hangat oleh Pimpinan BI KPW Priangan, Heru Saptaji dan jajarannya.

Menurut Aka Bonanza, kekhawatiran dan antisipasi dampak ekonomi dari wabah Covid-19 terhadap perekonomian di Kabupaten Tasikmalaya yang melandasi pertemuan. Ini menjadi perbincangan awal untuk mencari solusi dan pembenahan ekonomi pasca wabah virus covid-19.

“Terutama bagi UMKM dan masyarakat kecil yang kebanyakan berpenghasilan rendah,” jelasnya.

Kedua pihak sepakat untuk melanjutkan pertemuan pekan depan. Tentu dengan bahasan lebih teknis dan spesifik. “Agar bisa segera di implementasikan,” ujar Aka.

BI Tasikmalaya mengapresiasi kedatangan Aka dan Tim Ekonominya, menurutnya, “Aka sebagai tokoh muda yang responsif terhadap permasalahan perekonomian dan koperasi khususnya,” ujar Heru Saptaji.

Heru Saptaji pada kesempatan terspisah menjelaskan Kantor BI Perwakilan Tasikmalaya sendiri sangat respon dalam upaya melakukan pencegahan penyebaran Covid19 di lingkungan kerja dengan melakukan berbagai langkah-langkah.

“BI Tasik sudah melakukan penyemprotan cairan disinfektan, penyediaan hand sanitizer, pemakaian masker bagi para pegawai, tidak boleh mudik dan keluar kota bagi pegawai termasuk menerapkan pola kerja Work From Home (WFH) bagi para karyawan,” tuturnya.

Ditambahkan ia, BI Tasikmalaya pun ikut membantu Pemerintah Daerah di wilayah Priangan Timur dalam menghadapi pandemi wabah corona dengan memberikan bantuan alat pelindung diri (APD).

“BI juga akan menyalurkan bantuan pelindung diri ke Pemerintah daerah di Priangan Timur berupa alat pelindung diri mulai dari masker, baju, kaca mata google, hand sanitizer serta lainnya,” tandasnya.

Dia menjelaskan di tengah gencarnya penyebaran Covid-19, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Tasikmalaya pada Bulan Maret 2020, justru relatif stabil atau tercatat mengalami inflasi 0,317% (mtm), dibanding dengan bulan sebelumnya sebesar 0,320% (mtm).

Di tingkat provinsi, inflasi Jawa Barat tercatat 0,31% (mtm) dan inflasi Nasional 0,10% (mtm). Dengan perkembangan tersebut, inflasi tahun berjalan Kota Tasikmalaya Maret 2020, tercatat 0,81% (ytd) dan inflasi tahunan adalah 2,16% (yoy), itu berarti tetap terjaga dengan baik.

Heru Saptaji, mengatakan, tekanan inflasi di Kota Tasikmalaya berasal dari telur ayam ras, emas perhiasan, beras, buncis, dan air kemasan, Kamis 2 April 2020. (als)