Banyak Warga Tasik Terlilit Rentenir, Anggota Komisi III DPRD Jabar Minta Bjb Turun Tangan

  • Whatsapp

TASIKMALAYA, JURNALPriangan.com: Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar), Drs KH Tetep Abdulatip kembali menegaskan, bahwa program pemerintah Provinsi Jabar harus bisa mengatasi masalah rakyat, terutama rakyat kecil. Tetep mengatakan hal ini setelah melakukan kunjungan terhadap masyarakat di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

“Setelah saya berkeliling dari desa ke desa saya menyimpulkan banyak masalah yang belum dituntaskan, oleh karena itu pemerintah harus peduli dengan mengeluarkan program-program yang berpihak pada masyarakat kecil. Untuk mengatasi ekonomi berikan  kredit ringan. Itu kan ada BJB atau BPR. Dengan bertujuan masyarakat tidak terjerat lintah darat,” tegas Ketua Daerah Dakwah IV DPW PKS Jabar ini.

Menurut Mang Tetep, sapaan akrabnya  Pemerintah harus mengeluarkan regulasi dan edukasi, karena rentenir mencekik rakyat. Padahal di Bank Jabar ada program untuk UKM dengan bungan rendah atau bantuan tanpa bunga. Selain itu APBD Provinsi Jabar juga harus benar-benar bisa dinikmati  rakyat kecil.

“Saya selalu mengatakan, saat reses bahwa untuk menyejahterakan rakyat tidak harus dipersulit, artinya birokrasinya bisa dipermudah. Misalnya persyaratan pengajuan kredit untuk UKM tak harus dipersulit,” kata Mang Tetep yang juga alumnus Fak Syariah Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN) tahun 1989 ini.

Tetep bertekad akan terus mengawal program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) sampai ke daerah dengan kualitas bagus, baik aspek perencanaan maupun pengawasan. Menurut dia, kondisi infrastrutur di daerahnya, terutama kondisi jalan masih ada yang kurang bagus. Ia mencontohkan jalur Jasinga dan Ciawi yang belum bagus sepanjang lima kilometer.

Bukti BJB Peduli UKM

Wujud nyata dukungan penuh terhadap UMKM oleh bank bjb dapat terlihat dari program bjb Pesat alias program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu. Program yang diluncurkan pada 2015 ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas usaha bagi pelaku usaha. Dengan harapan bukan saja memberikan permodalan melainkan juga pendampingan agar UMKM semakin maju dan berkembang.

“Bank bjb akan mengembangkan bisnis pada sektor produktif yang mendorong perekonomian di masing-masing daerah khususnya di Jawa Barat dan Banten sambil tetap mempertahankan pangsa pasar dari captive market,” kata DirekturUtama bank bjb Yuddy Renaldi belum lama ini.

Adapun Tiga program utama Pesat, pertama, pesat sehat dan produktif (PSP), yang fokus pada pemberian layanan kesehatan berupa konsultasi kesehatan dan pelatihan hidup bersih dan sehat. Kedua, pesat kapasitas usaha (PKU) yang memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitasnya dengan pelatihan dan perluasan usahanya. Ketiga, adalah pesat wirausaha baru (PWB) yang akan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menjadi wirausahawan. (yudi)