Budi Budiman: Warga Tasikmalaya Yang Belum Terima Bantuan Jangan Percaya Isu

  • Whatsapp

TASIKMALAYA, JURNALPriangan.com: Warga Kota Tasikmalaya yang belum mendapat bantuan dari pemerintah karena terdampak COVID-19 jangan risau dulu. Sebab Wali Kota Tasikmalaya H Budi Budiman menjamin warga yang benar-benar membutuhkan bakal kebagian. Budi telah menginstruksikan kepada camat, lurah, RW dan RT agar memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa bantuan dari pusat, provinsi dan pemkot akan diberikan secara bertahap.

“Jangan hiraukan isu-isu tak benar tentang bantuan terdampak COVID-19. Yang penting kita semua bekerja Bantuan itu kan banyak macamnya ada PKH, sembako, transfer, Prakerja. Semua bantuan itu kami distribsukan secara bertahap dan bergelombang,” kata Budi usai melepas personel pendistribusian bantuan di Gudang Kantor Pos Tasikmalaya Jalan Mayor Utarya, Jumat (24/4) pagi.

Muat Lebih

Dia menngatakan, lurah dan RT/RW harus menyosialisasikan bahwa calon penerima bantuan yang sudah didata di setiap wilayah sedang diproses supaya segera menerima bantuan dari pemerintah. Pada waktunya nanti, semua akan menerima dari sumber pintu bantuan yang beragam. “Beberapa bantuan juga kan ada yang sudah berjalan, seperti BPNT, PKH, sendiri-sendiri. Untuk dari Provinsi mulai berjalan secara bertahap hari ini (kemarin), dan dari kota nanti untuk menyisir mana yang belum, baik DTKS mau pun Non DTKS,” kata dia memaparkan.

Budi menjamin seluruh masyarakat yang didata dan sudah ter-input serta terverifikasi diklasifikasikan menjadi sembilan pintu untuk penerima bantuan. Secara jumlah, informasi terakhir yang dihimpun Pemkot, calon penerima di Kota Resik cukup tinggi. “Semoga semua terakomodir. Masyarakat harus paham, yang belum menerima sekarang itu karena sumber keuangannya berbeda,” kata Budi.

Sementara itu Kepala Kantor Pos Tasikmalaya Akbar Nugraha Adipasa menambahkan pihaknya telah mendistribusikan sebanyak 2.770 paket dari paket yang ada sebanyak 2.850.

“Setiap hari ada seribu paket dan kita lakukan distribusi secara bertahap,” ujarnya. Apabila seluruh paket bantuan diterima akan langsung didistribusikan kepada masyarakat secara masif. Pihaknya menggunakan kekuatan penuh, baik dari driver ojek online maupun petugas pos. “Paket yang masuk per hari dari Gudang Bulog Mangkubumi ke sini (Gudang Pos, Red) langsung kami distribusikan. Personel sementara yang disiapkan baru 15 ojek online dan empat petugas pos,” katanya. (yudi nugraha)

Pos terkait