Ormas Islam Kab.Tasikmalaya Sepakat Tarawih Tetap di Masjid

  • Whatsapp

TASIKMALAYA, JURNALPriangan.com: Organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam di Kabupaten Tasikmalaya sepakat bahwa  salat tarawih pada bulan Ramadan tetap dilaksanakan berjemaah di masjid meski dalam sausana penyebaran Covid-19.

Kesepakatn itu diambil dalam rapat dengar pendapat anatara ormas Islam dengan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (17/4).

Bacaan Lainnya

Peserta rapat pada kesempatan itu terdiri dari perwakilan PCNU, Dewan Masjid Indonesia (DMI), BKPRMI, FPI, Persis, Muhammadiyah dan ormas lainnya.

Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya KH Atam Rustam MPd menjelaskan seluruh ormas Islam sepakat bahwa salat tarawih tetap dilaksanakan berjemaah di masjid.  Namun pelaksanaan salat tarawih berjemaah tetap saat pandemi virus corona harus memperhatikan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan harus dilaksanakan oleh masyarakat. Sehingga tidak terjadi penyebaran virus corona. Misalnya melakukan penyemprotan disinfektan ke masjid, menyiapkan hand sanitizer untuk cuci tangan, menjaga jarak termasuk protokol kesehatan lainnya.

“Tapi kesepakatan ormas ini belum dituangkan dalam surat imbauan atau edaran bupati kepada masyarakat. Rapat ini baru pembahasan dan pemerintah meminta masukan kepada perwakilan ormas Islam,” ujar KH Atam.

Lanjut dia, semua ormas Islam dalam rapat ini sepakat untuk salat tarawih berjemaah tetap dilaksanakan dengan catatan mengikuti protokol kesehatan. “Masukan dari ormas Islam ini menjadi masukan bagi pemerintah daerah untuk dipertimbangkan. Dalam pembahasan juga, dibahas kalau pendatang harus ada surat sehat dari puskesmas atau dokter dan mengikuti protokol kesehatan ketika ikut tarawih,” ujarnya.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Tasikmalaya KH Dede Saeful Anwar berharap pelaksanaan tarawih di tengah Covid-19 tetap bisa dilaksanakan berjemaah di masjid. Dengan catatan, protokol kesehatan dilaksanakan untuk menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Baru usulan dari bupati kemudian dibahas nanti keluar surat edaran atas rapat koordinasi dengan para ulama dan ormas Islam ini. Kita menghormati keputusan pemerintah, mudah-mudahan nanti pada saat masuk Bulan Ramadan wabah ini hilang, umat muslim bisa melaksanakan ibadah dengan khusyuk dan tenang,” ungkap dia.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya Dr Mohamad Zen menjelaskan hasil rapat pembahasan pelaksanaan tarawih berjemaah ini belum final. Karena masih dibahas dan mendengar masukan para tokoh kiai, ulama dan masyarakat. “Pemerintah daerah menerima masukan dari semua pihak termasuk para ulama, kiai dan ormas Islam, ketika ini disepakati semua dengan dituangkan lewat aturan atau edaran sesuai protokol kesehatan maka mudah-mudahan bisa dilaksanakan,” ungkap dia. (rd)