Presiden PKS Apresiasi Tim Pemulasaran Jenazah Covid-19

  • Whatsapp

JAKARTA, JURNALPriangan.com: Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman mngeparesiasi sikap enam anggota Tim Pemulasaran Jenazah COVID-19 DPD PKS Solo dalam teleconference Sabtu (18/4/2020).

Sohibul Iman mengapresiasi Tim Pemulasaraan Jenazah COVID-19 PKS Solo yang berinisiatif membantu pengurusan jenazah COVID-19 disaat ada pihak tidak berani bahkan melakukan penolakan terhadap jenazah COVID-19

Bacaan Lainnya

“Saya ucapkan terima kasih karena apa yang tim lakukan sama dengan perjuangan tim medis karena langsung berinteraksi dengan protokol yang ketat dan sesuai standar,” papar Sohibul Iman dari Jakarta.

Sohibul Iman menyebut, munculnya gagasan membantu pemulasaraan jenazah oleh PKS Solo seperti angin segar karena di saat bersamaan masih ada beberapa pihak yang justru melakukan penolakan terhadap jenazah COVID-19.

Anggota DPR RI dari Dapil Solo Abdul Kharis Almasyhari menjelaskan tim berkoordinasi dengan Gugus Tugas COVID-19 Kota Surakarta dan RS Moewardi Solo sebagai RS rujukan penanganan COVID-19.

“Tahap awal tim dilatih oleh Gugus Tugas dan RS Moewardi didukung para ahli dokter sehingga tim ini bekerja secara profesional berdasarkan SOP dari WHO dan Gugus Tugas Penanganan COVID di Indonesia,” ujar Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini.

Kharis juga menyebut tim pemulasaraan jenazah PKS Solo sudah bekerja dua pekan dan sudah menguburkan belasan jenazah COVID-19.

“Kita sudah bekerja dua pekan sejak awal April sehingga sudah terlatih. Sambutan dari masyarakat sangat baik dan sambutan dari rumah sakit sangat bagus. Mereka tidak segan-segan mengatakan ini kepanduan PKS. RS merasa terbantu karena tenaga mereka terbatas. Kita membantu secara gratis,” papar Kharis.

Koordinator Relawan Pemulasaraan Jenazah dri RS Moewardi Hermawan Budi menjelaskan tim ini bersiap setiap hari dan setiap jam. Ia memastikan pengurusan jenazah COVID-19 dilakukan dengan prosedur dan standar ketat.

“Di lapangan banyak APD dengan berbagai tingkatan. Yang kami kenakan APD yang paling serius. Tugas kami sebenarnya mobilisasi jenazah dari RS ke pemakaman. Tapi sering kami bertugas sampai menyalati dan menguburkkan jenazah sampai selesai,” ungkap Budi. (pks)