Tujuh Orang Meninggal Dunia Karena Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya

  • Whatsapp

TASIKMALAYA, JURNALPriangan.com: –Tujuh warga Kabupaten Tasikmalaya meninggal dunia akibat terpapar Covid-19. Warga yang meninggal dunia itu masing-masing satu orang dari Kecamatan Cigalontang, 1 Dari Kec Jatiwaras, 1 dari Karangnunggal, satu orang dari Gunung Tanjung 1  Warga Sukaratu dan satu orang Warga Kecamatan Sukahening

“Hingga Senin (20/4), mereka mencatat ada tujuh pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia dan lima pasien positif hasil rapid test,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya dr Heru Suharto

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan,  lima pasien positif itu merupakan hasil rapid test tetapi belum mendiagnosis bahwa yang bersangkutan positif Covid-19.

“Rapid test positif dalam arti ada peningkatan reaksi antigen, tidak mendiagnosa Covid-19 sendiri. Untuk diagnosa sendiri yakni hasil lab swab,” ujar Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya ini.

Adapun lima pasien yang positif rapid test tidak semuanya PDP tetapi ada orang dalam pemantauan (ODP). Kelima pasien itu antara lain dua orang asal Kecamatan Padakembang berstatus ODP, seorang asal Bojonggambir, seorang asal Sariwangi dan seorang asal Mangunreja.

“Satu orang sudah dilaksanakan swab hasilnya negatif,” katanya. Selain itu, Heru mengakui bahwa jumlah PDP yang meninggal sebenarnya tujuh orang. Mereka adalah seorang asal Kecamatan Cigalontang, dua orang asal Karangnunggal, seorang dari Jatiwaras, seorang dari Gunungtanjung, seorang asal Sukaratu dan seorang asal Kecamatan Sukahening.

“Itu lima orang meninggal tidak disertai penyakit penyerta, sedangkan untuk dua orang lagi dengan penyakit penyerta,” tutur dia. Heru menjelaskan ketujuh PDP itu sudah dites swab. Sebanyak empat orang di antaranya dinyatakan negatif, sedangkan ketiga orang lagi masih menunggu hasil swab. “Mudah-mudahan hasil swab-nya lebih cepat karena harus menunggu 2-10 hari,” kata dia.

Meskipun sudah ada tujuh PDP meninggal dan lima positif rapid test, Heru mengklaim Kabupaten Tasikmalaya masih berada di zona hijau. Namun, pihaknya tidak akan terlena dengan status tersebut, melainkan tetap waspada. Salah satu upaya yang sedang dilakukan adalah memperketat pemantauan para pemudik yang datang dari daerah zona merah ke Kabupaten Tasikmalaya.

“Bahkan kami menganjurkan (para pemudik, Red.) untuk tetap melakukan isolasi diri di rumahnya masing-masing selam 14 hari,” ucap dia. Gugus Tugas akan terus melakukan pencegahan lebih intens. Apalagi akan menghadapi bulan puasa sehingga akan banyak orang yang melaksanakan mudik. “Pemantauan akan kami tingkatkan,” katanya.

Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto menyatakan meskipun sudah ada lima positif rapid test tetapi belum terkonfirmasi positif Covid-19. Kelima pasien itu hanya menunjukkan kenaikan antibodi.

“Itu belum berarti positif Covid-19 tetapi baru positif rapid test,” katanya saat menerima bantuan penanggulangan virus corona di Gedung Bupati, kemarin. Baca juga : 2,5 M untuk Pengadaan Alat Studio di Bagian Umum Pemkab Tasik Dinilak tak Rasional Dia berharap kelima pasien positif rapid test itu tidak betul-betul positif Covid-19. Mereka semua akan dites lagi dengan swab test.

“Mudah-mudahan saja hasilnya negatif,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya ini. Bupati mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai penyebaran virus corona walaupun Kabupaten Tasikmalaya masih berstatus zona hijau. “Ke depannya pun akan terus kami lakukan pencegahan dan penanganan. Terutama dalam penanganan dampak dari virus corona ini,” ujar dia. (rdr)