Anggota DPRD Jabar dari PKS Minta Gubernur Hati-hati Buka Pesantren

  • Whatsapp

TASIKMALAYA,JURNALPriangan.com: -Anggota DPRD Jawa Barat Drs KH Tetep Abdulatip meminta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil hati-hati membuka pesantren di 15 wilayah zona biru. Sebab, jika salah mengambil keputusan akan berdampak fatal kepada para santri.

“Kalau santri kena Covid kan gawat, santri itu calon ulama tak banyak penggantinya, jadi mohonlah hati-hati dalam mengambil kebijakan. Kalau mau dibuka juga silakan tes dulu tapi negetsnya jangan pakai alat dari China,” kata Tetep di kediamannya Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya, Kamis 28 Mei 2020.

Mang Tetep sapaan Tetep Abdulatip menjelaskan, pembukaan pesantren harus dikaji secara cermat sebab para santri nantinya tinggal di asrama. Yang tentunya sulit kalau melakukan social distancing. Jika pemerintah tidak memperhatikan atau membantu pelaksanaan protokol kesehatan di Pesantren, para santri beresiko terpapar Covid-19.

“Kultur kehidupan di pesantren itu serba komunal dan membikin santri kesulitan menjaga jarak. Mereka terbiasa tidur bersama, makan bersama, salat bersama, bahkan mandi bersama. Belum lagi ketika ada kegiatan seperti kerja bakti hingga mentoring pengajian. Atas alasan kultural dan kemampuan finansial itu saya minta pemerintah memperhatikan pesantren Pokoknya kami tak ingin ada kasus virus corona di dalam pesantren,” kata politisi senior PKS dari Kabupaten Tasikmalaya ini

Menurutnya new normal tak akan bisa dilakukan di pesantren sepanjang tidak mendapat dukungan penuh dari pemerintah, dari mulai fasilitas kesehatan seperti rapid test, handsanitizer, dan tenaga ahli kesehatan, hingga dukungan sarana, prasarana, dan biaya ke santri yang ekonominya terdampak. Jika tak ada kebijakan konkret tersebut, kata Tete Abdulatip, pesantren sebaiknya memperpanjang masa belajar di rumah.

Seperti diketahui Pemprov Jabar masih mengkaji pembukaan pesantren. Gubernur Jabar Ridwan Kamil sudah menugaskan Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum untuk menyiapkan protokol di pesantren jika kelak dibuka kembali. “Pak Wagub sudah saya tugaskan Minggu ini untuk mengkonsolidasikan pesantren agar bisa punya protokol yang nyaman tapi juga kuat dalam melawan persebaran COVID-19,” kata dia.

Emil menjelaskan, pembukaan pesantren harus dikaji secara cermat sebab para santri nantinya tinggal di asrama. Ia tidak ingin ada kasus virus corona di dalam pesantren. (dar)

Pos terkait