GP Ansor Minta Pemerintah Jangan Hanya Perhatikan Pengusaha, Tapi Pesantren juga

  • Whatsapp

JAKARTA,JURNALPriangan.com:   Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas meminta pemerintah untuk memperhatikan pesantren di Indonesia yang jumlahnya mencapai ribuan. Alasannya  menurut Yaqut,  saat ini untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di lingkungan pesantren sangat sulit.

Hal ini terjadi karena keterbatasan infrastruktur di pesantren, seperti tempat wudhu yang umumnya masih berupa bak terbuka atau belum berupa pancuran. Kamar pesantren umumnya juga dihuni santri dengan jumlah besar sehingga sulit untuk penerapan physical distancing.

“Untuk itu, saya ajak seluruh kader Ansor dan kader NU untuk mendesak pemerintah agar bukan hanya pengusaha yang diperhatikan, tetapi juga pesantren,” ujar Gus Yaqut, sapaan akrabnya kepada kader Ansor sedunia dalam Halalbihalal Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor yang digelar secara virtual.

Gus Yaqut yang juga Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini berharap meski new normal tetap diberlakukan, kamar-kamar pesantren jangan sampai kosong karena tak adanya jaminan penerapan protokol kesehatan.

“Untuk itu, semua pihak harus bersama-sama memikirkan karena selama ini kontribusi pesantren dan santri-santri kepada bangsa Indonesia juga sangat besar. Saya tidak ingin pandemi ini memakan korban yang banyak, khususnya sahabat kita di pesantren,” tandasnya.

Gus Yaqut juga mengungkapkan bahwa faktanya pandemi saat ini sudah memunculkan kesenjangan dan kecemburuan sosial. Untuk itu secara khusus dia menginstruksikan kepada kader Ansor untuk menjaga agar kecemburuan tidak sampai terjadi atau makin meluas. Caranya dengan saling menolong dan membantu.

“Kita sesama kader jangan berhenti saling menyapa, menjaga tali silaturahmi. Siapa tahu ada sabahat-sahabat kita alami kesulitan baik pekerjaan maupun pangan sebisa mungkin dibantu. Bagi yang berkelebihan jangan enggan bersedekah. Sedekah tidak akan mengurangi harta, tapi menambah rezeki kita,”pungkasnya. (nu-online)

Pos terkait