New Normal, Anggota DPRD Jabar Minta Gubernur Perhatikan Siswa Tak Mampu

  • Whatsapp

TASIKMALAYA, JURNALPriangan.com: Gubernur Jabar Ridwan Kamil  harus mendorong  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk mengambil keputusan pembelajaran jarak jauh sampai dengan Desember 2020.

“Penting pula bagi Gubernur memantau dan memberikan bantuan bagi anak dari keluarga tidak mampu agat tetap dapat mengikuti pembelajaran jarak jauh, Sehingga, saat penerimaan siswa baru pada bulan Juni-Juli ini, tidak menimbulkan masalah baru sebagai dampak COVID-19.” kata anggota DPRD Jabar dari Fraksi PKS Drs KH Tetep Abdulatip di kediamannya 28 Mei 2020.

Muat Lebih

Dia mengatakan, pemberlakuan new normal di bidang pendidikan masih perlu pengkajian lebih  lanjut. Mujib masih mempertanyakan pemberlakuan kebiasaan baru di sekolah bisa dilaksanakan dengan baik.  “Sekarang disetiap kelas ada berapa siswa, apakah penerapan jaga jarak bisa dilaksanakan dengan membatasi jumlah siswa dalam satu kelas. Jika ada pembatasan siswa dalam satu kelas, maka yang sebagian siswa akan dikemanakan,” jelasnya.

Tetep yang juga pengasuh pondok pesantren di Tasikmalaya ini menambahkan jika ada pembatasan siswa, maka akan berdampak pada proses pembelajarannya. Jika sebagian menggunakan sistem daring, apakah guru siap dengan pelaksanaannya.

“Mungkin jika sekolah negeri tidak masalah untuk menambah jumlah guru kalau ada pembatasan jumlah siswa di kelas. Lalu bagaimana dengan sekolah swasta yang butuh anggaran untuk penambahan guru, ini perlu dirumuskan denga baik,” imbunya.

Tidak hanya itu dalam kebiasaan baru, warga wajib menggunakan masker dan apakah pemerintah siap menyediakan masker untuk seluruh siswa. Untuk itulah dirinya meminta kepada Menteri Pendidikan untuk berhati-hati dalam membuka kembali sekolah.

Pos terkait