Tetep Abdulatip: Pemerintah Jangan Terburu-buru Terapkan Kebijakan New Normal

  • Whatsapp

TASIKMALAYA, JURNALPriangan.com: Anggota DPRD Jawa Barat Drs KH Tetep Abdulatip meminta pemerintah tidak terburu-buru menerapkan kebijakan new normal (kenormalan baru). Menurut anggota Fraksi PKS ini kebijakan new normal bisa diterapkan jika persebaran Covid-19 telah mengalami penurunan. Sementara hal tersebut, belum terjadi di Indonesia.

“Belajar dari Korea Selatan, baru dua pekan mereka bikin new normal, sekarang sudah naik lagi angkanya. Akibatnya, sekarang Korsel akan melakukan pembatasan kembali,” kata Aboebakar dalam keterangan tertulisnya, katanya.

Menurut Mang Tetep sapaan akrabnya, masih ada wilayah yang memiliki recover rate rendah, seperti Surabaya. Rumah sakit yang menjadi salah satu rujukan di sana bahkan mengalami kelebihan kapasitas pasien.

Jika ditambah penerapan new normal, menurut dia, jumlah kasus COVID-19 bakal naik lagi.

“Belum lagi jika sekolah dibuka, apakah memang siap untuk menerapkan new normal? Apalagi KPAI mencatat ada 831 anak terinfeksi Covid-19, tentu ini akan menjadi ancaman baru,” ujar dia.

Aboebakar mengingatkan bahwa tidak mudah menerapkan protokol kesehatan di sekolah, terlebih adanya keterbatasan APD sejenis masker. Keterbatasan luas ruang kelas untuk menerapkan physical distancing juga menjadi persoalan tersendiri.

Tetep mengatakan sebenarnya banyak masyarakat yang tidak mengerti apa tujuan pemerintah terburu-buru menerapkan kebijakan new normal. Dia pun mempertanyakan, apakah kebijakan ini lantaran desakan pengusaha pada sektor industri besar.

“Ataukah ada sebab lainnya? Tentunya kita harus mengutamakan keselamatan rakyat, ingat Salus Populi Suprema Lex Esto, keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi,” pungkasnya. (rad)

Pos terkait