Wagub Jabar Minta Bupati Izinkan Salat Ied, Bupati Ciamis Malah Tiadakan Salat Ied di Masjid Agung

  • Whatsapp

JURNALPriangan.com: Pemkab Ciamis tidak mengizinkan salat Iedul Fitri 1441 H di Masjid Agung Ciamis. Keputusan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya itu bertolak belakang dengan pendapat Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum. UU yang juga cucu ulama kharismatik dari Ponpes Manonjaya Tasikmalaya mengimbau bupati/wali kota daerah selain Zona Merah untuk mengizinkan warganya melakukan salat Idulfitri 1441 H berjamaah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Uu mengatakan bahwa Jabar memiliki lima level kewaspadaan mengenai daerah Covid-19. Lima level yaitu Level 5 atau Zona Hitam (Kritis), Level 4 atau Zona Merah (Berat) yakni kondisi PSBB saat ini, Level 3 atau Zona Kuning (Cukup Berat), Level 2 atau Zona Biru (Moderat) menunjukkan wilayah yang perlu melaksanakan physical distancing, dan Level 1 atau Zona Hijau (Rendah) yakni kondisi normal.

“Saya meminta kepala daerah mengizinkan salat ied tetapi ada aturan dan syarat tertentu. Misalnya tidak salaman, khotbah tidak terlalu panjang, pakai masker, tempat duduknya harus ada jarak dan cuci tangan seperti biasa tetap dilaksanakan,” kata manatn Bupati Tasikmalaya ini, Minggu (17/5/20).

Kang Uu pun berharap, bupati/wali kota mengizinkan mulai tingkat desa/kelurahan untuk menggelar salat Idulfitri jika hasil kajian ilmiah oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar melalui Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar disebutkan bahwa daerah tersebut bukan Zona Merah.

Sebelumnya diberitakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis meniadakan salat ied di Masjid Agung Ciamis atau halamannya untuk mencegah penyebaran covid-19. Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan, daerahnya masih termasuk ke dalam level 3 (cukup berat) kasus Covid-19, bersasarkan hasil evaluasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) se-Jawa Barat (Jabar). Oleh karena itu, potensi penyebaran Covid-19 masih ada. (yuda)

 

 

Pos terkait