KPU Gelar Simulasi Pilkada 2020, Teddy: Protokol COVID-19 Syarat Utama

  • Whatsapp

BANDUNG – Anggota Komisi II DPR RI Teddy Setiadi mengingatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 secara ketat dalam simulasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.

Teddy mengatakan, pada awal Juli 2020 mendatang, KPU akan menggelar simulasi Pilkada Serentak 2020 dengan merujuk pada Peraturan KPU tentang Penyelenggaraan Pilkada di Masa Bencana Non Alam.

Menurutnya, simulasi ini sangat penting, sehingga KPU harus bisa melaksanakan simulasi secara detail dan komprehensif. Simulasi harus dilaksanakan mulai dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten/ kota, hingga tingkat PPK/ PPS/KPPS.

“Ini adalah pengalaman pertama kita melaksanakan pilkada di era pandemi,” ujar Teddy di Bandung, Senin (15/6/2020).

Politikus PKS dari daerah pemilihan (dapil) Kota Bandung dan Kota Cimahi itu melanjutkan, setelah simulasi yang detail dan komprehensif dilaksanakan, maka bimbingan teknis kepada KPPS, PPS, dan PPK menjadi sangat penting.

“Sebab, mereka lah ujung tombak penyelenggaraan pemilu di wilayah masing-masing,” jelasnya.

Teddy menyadari, selama pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), banyak warga yang tidak mengindahkan protokol pencegahan COVID-19. Oleh karenanya, Teddy menegaskan, hal tersebut tidak boleh terjadi saat Pilkada Serentak 2020 dilaksanakan.

“Maka, syarat dan prasyaratnya harus dipenuhi guna mengantisipasi ancaman kesehatan,” tandasnya. (rls)

Pos terkait