Sosialisasi Empat Pilar, Toriq: Pancasila Kembali Diuji oleh RUU HIP

  • Whatsapp
Sosialisi Empat Pilar Kebangsaan kali ini dilaksanakan di Aula Al Wustho, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan yang berlangsung pada hari Rabu (17/06/2020) *foto isitimewa

TASIKMALAYA, JURNALPRIANGAN.com: Sebagai sebuah negara, Indonesia memiliki karakteristik yang unik yakni kebesaran, keluasan dan kemajemukan. Negara Kesatuan Republik Indonesia  (NKRI) terdiri dari ribuan pulau yang didalamnya terhimpun ratusan suku bangsa dan bahasa, ragam agama dan budaya.

“Untuk mempersatukan itu semua maka perlu konsepsi, kemauan dan kemampuan yang kuat dan memadai untuk menopang kebesaran, keluasan dan kemajemukan Indonesia. Konsepsi tersebut adalah Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara atau disebut Empat Pilar Kebangsaan”, ungkap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPRD-RI) asal Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, K.H. Toriq Hidayat saat acara  Sosialisi Empat Pilar Kebangsaan kali ini dilaksanakan di Aula Al Wustho, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan yang berlangsung pada hari Rabu (17/06/2020).

Acara ini dihadiri tokoh-tokoh setempat diantaranya K.H Aa Muhammad Alamin selaku sesepuh Pondok Pesantren Ummul Quro, Ajengan Asep Nurhidayat selaku sesepuh Pondok Pesantren Al Fatah, Ajengan Dudung Abdulrahman selaku sesepuh Pondok Pesantren Nurul Hikmah, Ust. Dadang Bunyamin selaku sesepuh Pondok Pesantren Al Muta’aly, Bapak Ayi Nurjamil  selaku sekretaris MUI desa Banjarsari dan Bapak Agus Jamaludin,  S.Pd, ketua BPD Desa Ciawi. Acara tersebut dilaksanakan sesuai standar kesehatan, para peserta memakai masker dan menjaga jarak.

Menurut  anggota DPR-RI dapil Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya dan Kab Garut ini,  Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar merupakan gerakan nasional yang bertujuan memberi pemahaman dan pengertian tentang nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika kepada seluruh komponen bangsa. Dengan memiliki pemahaman yang utuh terhadap konsepsi ini diharapkan kita semua mampu menangkal ajaran dan ideologi yang bertentangan dengan Empat Pilar Kebangsaan.

Selanjutnya Ketika ditanya soal RUU HIP yang berpotensi menjadikan Pancasila menjadi Trisila atau Ekasila, Anggota Komisi I asal FPKS ini menyampaikan bahwa wacana memeras Pancasila menjadi Trisila atau Ekasila jelas bertentangan dengan Pancasila yang seutuhnya. NKRI meliputi banyak hal yang hanya bisa dijiwai oleh Pancasila sebagaimana hasil kesepakatan para Tokoh Bangsa saat itu. Melalui Pancasila, karakter unik yang dimiliki Indonesia berupa kebesaran, keluasan dan kemajukan dapat menjadi persatuan.

“Pancasila sebagai pedoman berbangsa dan bernegara, saat ini kembali diuji oleh RUU HIP. Kami, PKS memiliki tugas untuk menjaga konsesus ini agar jangan sampai disusupi oleh ideologi yang jelas-jelas dilarang”, pungkasnya. (rli)

Pos terkait