Anggota DPR-RI Toriq Hidayat Minta Semua Pihak Patuhi Protokol Kesehatan saat Pilkada 2020

  • Whatsapp
Anggota Komisi I DPR RI Toriq Hidayat saat bertemu dengan masyarakat dan para Tokoh Alim Ulama Tasikmalaya di Gedung Serbaguna Al Wustho, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya (22/09/2020)

TASIKMALAYA, JURNALPriangan: Anggota Komisi I DPR RI Toriq Hidayat menggelar kegiatan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan bersama para tokoh masyarakat, alim ulama dan kader PKS di Gedung Serbaguna Al Wustho, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya Selasa (22/09). Kegiatan itu  dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Toriq, bertatap muka dengan masyarakat merupakan hal yang biasa dilakukan. Hal ini tak harus menunggu reses, tapi sosialisasi  tentang kerja-kerja Aleg DPR RI, informasi seputar kebijakan pemerintah pusat, dan memberikan pemahaman 4 pilar kebangsaan kepada masyarakat serta menerima aspirasi tetap dilakukan pada masa pandemi ini dengan tentunya tetap memperhatikan protokol kesahatan.

Ustad Toriq–sapaan akrabnya– kembali menegaskan, Pancasila merupakan dasar serta landasan ideologi bagi bangsa Indonesia. Hal itu berarti setiap nilai yang terkandung dalam Pancasila harus dijadikan dasar hidup bernegara, Karena merupakan dasar dan landasan ideologi, Toriq kembali menegaskan, Pancasila sudah final. Pancasila tidak boleh direduksi menjadi ekasila atau trisila. Pancasila harus kita jaga bersama.

“ Insya Alloh PKS siap berada di garda terdepan untuk menjaga 4 pilar berbangsa. Sekaligus mendorong masyarakat untuk berkomitmen dengan 4 pilar ini, dengan cara memahami dan menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara”, tambah Toriq.

Selanjutnya Toriq juga menyampaikan bahwa di masa pandemi, seluruh tokoh dan alim ulama mempunyai kewajiban memberikan pemahaman pentingnya mematuhi protokol kesehatan demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kasus positif covid-19 per hari ini mencapai 200 ribuan orang secara nasional. Upaya pemerintah melawan pandemi mustahil berhasil jika masyarakat tidak patuh pada protokol kesehatan. Maka wajib hukumnya buat para tokoh dan alim ulama memberikan contoh kepada masyarakat,” tegasnya.

Apalagi 2 bulan yang akan datang, Toriq menjelaskan, Pilkada serentak di Indonesia termasuk Kabupaten Tasikmalaya akan dilaksanakan. Senada dengan para Ulama NU, ia berharap pilkada dapat ditunda. Atau Pemerintah harus segera membuat aturan teknis yang tepat.

“Pemerintah harus segera menyiapkan aturan teknis pelaksanaan rangkaian pilkada serentak di masa pandemi ini. Jangan sampai kegiatan pilkada serentak 2020 menjadi kluster baru penyebaran virus ini” tegasnya. (rul)

Pos terkait