Mantan Mendagri Meninggal Dunia, Agun Gunandjar Ucapkan Bela Sungkawa

  • Whatsapp

JAKARTA-Wakil Ketua Umum DEPINAS SOKSI, Agun Gunandjar Sudarsa mengucapkan bela sungkawa atas wafatnya mantan Menteri Dalam Negeri, Syarwan Hamid . Syarwan Hamid wafat pada Kamis (25/3/2021) pukul 03.30 dini hari. Dari pesan yang beredar di kalangan wartawan, Syarwan meninggal karena sakit di Rumah Sakit Militer Dustira, Cimahi, Jawa Barat.

“Mohon dapat dimaafkan atas semua kesalahan-kesalahan Bapak selama ini, baik yang disengaja maupun tidak. Beliau meninggal karena sakit. Wassalamualaikum wrwb. Keluarga yang ditinggalkan Hajjah Endang Ahutini Syarwan Hamid dan keluarga,” demikian pesan yang dikirim oleh sang isteri Endang Agustini Syarwan Hamid pada Kamis (25/3/2021) pagi.

Ucapan duka cita datang dari para tokoh SOKSI, diantaranya Ketua Umum DEPINAS SOKSI, Ahmadi Noor Supit.

“Kami sekeluarga turut berduka cita semoga almarhum Bapak Syarwan Hamid diterima di sisi Allah SWT dan kepada keluarga yang ditinggal tetap tegar, sabar. Amin ya Rabb,” kata Supit dalam unggahannya di salah satu grup WhatsApp.

 

Ketua Dewan Pakar DEPINAS SOKSI yang juga Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Era Reformasi, Prof. Bomer Pasaribu juga menyampaikan ungkapan belasungkawa.

“Innalillahi WIR. Semoga Almarhum rekan kita terbaik pejuang Letjen Purn Syarwan Hamid (mantan Mendagri) husnul khatiimah, Semoga dapat tempat terbaik disisiNya, Selamat jalan, Jenderal, kami semua akan menyusul. BPas,” ungkapnya.

“Semoga alm Bapak Syarwan Hamid diterima disisi Allah swt. Aamin yra,” ditambahkan Wakil Ketua Umum DEPINAS SOKSI, Agun Gunandjar Sudarsa.

Sebagai informasi, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Syarwan Hamid lahir di Dusun Pusaka, Siak, 10 November 1943; umur 77 tahun, adalah salah satu tokoh militer dan politik Indonesia.

Ia pernah menjadi Menteri Dalam Negeri pada Kabinet Reformasi Pembangunan dan sebelumnya menjadi Wakil Ketua MPR hasil Pemilu 1997.

Dia pernah menjabat sebagai Kadispen TNI Angkatan Darat pada tahun 1992 dengan pangkat brigadir jenderal (bintang satu).

Tidak lama kemudian menjadi Kapuspen TNI tahun 1993, Assospol Kassospol ABRI tahun 1995, hingga menjabat Kassospol ABRI dengan pangkat letnan jenderal pada tahun 1996. (*)