Temu Tokoh di Dapil Jabar XI, Aleg PKS Bangun Semangat Jaga Pancasila

  • Whatsapp

TASIKMALAYA, JURNALPriangan.com — Negara Indonesia memiliki karakteristik yang unik yakni kebesaran, keluasan dan kemajemukan. Negara ini terdiri dari ribuan pulau yang didalamnya terhimpun ratusan suku bangsa dan bahasa, kemudian ragam agama dan budaya.

“Untuk menyatukannya perlu konsepsi yang kuat dan memadai. Konsepsi tersebut adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika”, ungkap Anggota DPR RI asal Fraksi PKS, Toriq Hidayat, saat bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh di Dapil Jawa Barat XI yang meliputi Kabupaten Garut, Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

Kegiatan silaturahmi yang berlangsung pada  Kamis (11/03/2021) bertemakan Pancasila sebagai perekat bangsa, memperkokoh persatuan dalam keberagaman. Kegiatan tersebut  dihadiri 110 orang tokoh masyarakat diantaranya sesepuh pesantren Nurul Hikmah Jatiwaras, sesepuh pesantren Cipansor Kadipaten, sesepuh pesantren Nurul Iman Cigalontang, sesepuh Al Fatah Ciawi.

“Kegiatan silaturahmi ini bertujuan menyerap dan menindaklanjuti aspirasi konstituen dan pengaduan masyarakat guna memberikan pertanggungjawaban moral dan politis kepada konstituen di Dapil sebagai perwujudan perwakilan rakyat. Sekaligus memberikan sosialisi tentang kegiatan kerja kedewanan dan membahasa isu-isu hangat yang menjadi polemik di masyarakat. Dengan demikian masayarakat mendapatkan pemahaman yang benar atas isu-isu yang beredar”, jelas Anggota Komisi V DPR RI ini.

selanjutnya ia menjelaskan bahwa NKRI meliputi banyak hal yang hanya bisa dijiwai oleh Pancasila sebagaimana hasil konsensus para Tokoh Bangsa saat itu. oleh karenanya melalui Pancasila, karakter unik yang dimiliki Indonesia berupa kebesaran, keluasan dan kemajukan dapat menjadi persatuan.

“Sebagai pedoman berbangsa dan bernegara, Kami, PKS memiliki tugas untuk menjaga konsesus ini agar jangan sampai disusupi oleh ideologi yang jelas-jelas dilarang, apalagi upaya-upaya menggantinya. Kemudian memberikan pemahaman yang jujur dan jelas tentang Pancasila kepada Masyarakat”, pungkasnya. (rls)