7 Kebiasaan Pangersa Abah Aos Selama Ramadhan

  • Whatsapp
Abah Aos

Pengamal Thoriqoh Qoodiriyyah Naqsyabandiyyah Ma’had Suryalaya tentunya dalam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan harus mengikuti apa yang dilakukan Syeikh mursyid. Mursyid ke 38 (penerus Abah Anom) adalah Syeikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Al-Quthb. Dan apa yang dilakukan guru agung bersumber dari Alquran dan Hadist.

Lantas apa saja kebiasaan guru Agung Pangersa Abah Aos selama bulan Ramadhan?

Bacaan Lainnya
  1. Dalam melaksanakan sahur pangersa abah justeru melakukannya lebih awal antara jam 03.00-03.30. Kenapa lebih awal menurut pangersa Abah Aos untuk menghindari tergesa-gesa menjelang waktu imsyak. Yang lebih penting lagi agar makanan tercerna dengan baik
  2. Membaca tawasul 10 menit sebelum berbuka puasa, selanjutnya membaca doa sebelum puasa
  3. Ketika waktu berbuka puasa tiba, pangersa abah bertepuk tangan kecil, sebagai tanda bahagia bahwa waktu buka puasa telah tiba. Lalu berbuka dengan yang manis-manis, takjil alakadarnya. Dilanjutkan dengan sholat magrib dan dzikir harian. Tak lupa juga melakukan shalat-shalat sunat. Setelah selesai makan dengan keluarga
  4. Dzikir dan khotaman bakda magrib digeser bakda sholat asyar, demikian juga sholat sunat lidaf’il bala dan wirid khotaman dipindah sesudah sholat tarawih.
  5. Pangersa Abah melaksanakan sholat tarawih 20 rokaat tanpa ditutup dengan sholat sunat witir. Karena pangersa abah tetap istiqomah mengamalkan sholat witir sebagai rangkaian sholat-sholat qiyamul lail.
  6. Ketika melaksanakan sholat tarawih pangersa abah suka membaca surat Alquran setelah membaca fatihah dibagi pembacaanya untuk dua rakaat. Tata caranya seperti yang dilaksanakan di Masjid Nurul Asror Ponpes Suryalaya.
  7. Pada Malam ke 21 Ramadhan sampai Ramadhan terakhir pangersa Abah melaksanakan sholat lailatut qadar bakda solat tarawih sebelum solat sunat lidaf’il bala.Mengikuti dan menekuni kebiasaan dan kesenangan Pangersa Abah ini sangat penting bagi seorang murid thoriqoh antara lain sebagai bentuk

    Baca juga: Ini Dawuhan Abah Aos Soal Pancasila

Robithoh (slalu mengikatkan hati/diri dengan syeikh Mursyid), murid yang slalu berrobithoh adalah murid yang bukan cuma ingat (kepada gurunya) akan tetapi juga yang senantiasa mengamalkan amaliyah yaomiyah dari Guru Mursyidnya;

Fana’ wal baqo’ fisyeikh (membuang kebiasaan sepenuhnya dan menggantinya dengan kebiasaan Syeikhnya), karena Syeikhnya adalah seorang yang sudah memfana’kan dan membaqo’kan diri kepada gurunya kepada gurunya kepada gurunya hingga kepada Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam.

Secara umum, amaliyah yaomiyah Pangersa Guru Agung Abah Aos tidak banyak berubah dengan hari-hari lainnyah. Tetap dengan sholat awal waktunya, dzikr jahrnya yang banyak, tetap slalu hidup hatinya dengan khofi di mana saja dan kapan saja. Tetap dengan paket amaliyah sholat-sholat sunnahnya di malam hari, “ISIS-nya”, DHUHA-nya dan juga sholat sunnah setelah maghrib.

KAPAN Pangersa Abah memulai shoum 1 Romadhon?

Para ikhwan pengamal amaliyah Thoriqoh Qoodiriyyah Naqsyabandiyyah Ma’had Suryalaya tidak perlu bingung apalagi ribut dengan perbedaan kapan mulau bershaum dan berlebaran. Karena kita sudah punya Tanbih yang mengajarkan ketaatan kepada Agama dan Negara. Jadi, apa yang diputuskan oleh Negara melalui pemerintah Kementerian Agama itulah panduan dan pegangan kita semua dalam menyikapi 1 Romadhon dan 1 Syawal. Alhamdulillah.

NIAT Shoum dan kapan melafalkannya?

Pangersa Abah mengazamkan niat bershoum setelah purna pelaksanaan sholat tarowih pertama dengan lafal: “Nawaitu sauma ghadin an’adai fardi syahri ramadhana hadzihisanati lillahita’ala”

SHAHUR atau tidak dan pukul berapa?
Pangersa Abah selalu bersahur karena sahur bukan sekedar makan sahur agar kuat bershaum melainkan sahur itu sendiri bagian dari ibadah dan untuk keberkahan shoum kita. Sabda Nabi Shollallohu ‘alaihi wasallam yang masyhur: “tasaharru fainna fi tasahhur barokah” (bersahurlah karena dengan begitu ada limpahan berkah).

Pangersa Abah Aos melaksanakan sahur secara istiqomah pada pukul tiga dini hari. Jadi pukul tiga itu bukan bangun untuk sahur tapi sudah mulai menyantap sahur.

TADARRUS dan KHOTAM Al Quran sebelum hari kesepuluh 10 bulan romadhon.
Kesenengan Pangersa Abah adalah tadarrus (membaca) Al Quran. Pernah suatu Pangersa Abah berkisah, sebelum tiba hari Manaqiban di Pesantren SIRNARASA Pangersa sudah tamat (khotam) Al Quran. Sambil menunggu shubuh biasa bertadarus dan waktu-waktu senggang. (*)

Pos terkait