jurnalpriangan.com

Aleg PKS Toriq Hidayat Apreasiasi Warga Indonesia Yang Suarakan Kemerdekaan Untuk Palestina

TASIKMALAYA, JURNALPRIANGAN.com: Anggota DPR RI asal Fraksi PKS, Toriq Hidayat mendukung sekaligus mengapresiasi warga Indonesia yang jadi relawan kemanusiaan di Palestina. Sebab, penderitaan rakyat Palestina akibat ulah zionis Israel sudah sangat keterlaluan.

Bahkan akibat serangan Israel selama 11 hari terakhir di Jalur Gaza mengakibatkan korban dan kehancuran di mana-mana. Diantaranya 50 masjid rusak dan tiga hancur.  Oleh karena itu sudah saatnya dunia membuka mata dan membantu Palestina.

“Tegas saya katakan bahwa penjajahan, dalam bentuk apapun akan mengakibatkan penderitaan bagi rakyat yang dijajah, dan ini sangat ditentang konstitusi Indonesia, oleh karena itu saya mengapresiasi rakyat Indonesia yang mendukung kemerdekaan Palestina,” kata Toriq.

Menurutnya, peran aktif warga Indonesia dalam menentang penjajahan Israel sudah sesuai dengan amanah Pancasila, terutama Sila Kedua, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, serta narasi dan jiwa Pembukaan UUD NRI Tahun 1945.

“Dalam hal ini, Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 tegas menyampaikan tentang keberpihakan Indonesia pada segala bentuk perjuangan untuk meraih kemerdekaan dan menolak segala bentuk penjajahan,” Tambah Toriq.

Hal itu disampaikannya di depan para peserta Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar pada hari selasa 25 mei 2021 di Gedung Pertemuan Alwusto, Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan yang dilaksanakan untuk memberi pemahaman secara utuh tentang 4 pilar berbangsa dan bernegara ini dihadiri oleh ratusan peserta.

Toriq juga menyesalkan pernyataan seorang tokoh nasional yang menilai bahwa konflik Israel-Palestina bukan urusan Indonesia. Hal ini dapat memunculkan polemik di masyarakat.

“Pernyataan yang keluar dari seorang tokoh nasional, bisa menjadi kontra produktif untuk dirinya, menimbulkan kesan negatif dan merusak citra beliau. Mungkin saja sebagian masyarakat akan mempersepsikan beliau tidak mengerti dan memahami tentang Pancasila dan UUD 1945,” jelasnya.

Anggota Komisi V itu menjelaskan, di abad dimana tekhnologi dan pendidikan ini berkembang pesat semestinya tidak ada lagi praktik penjajahan dan penindasan, tapi realitas berkata lain. Permasalahan Palestina adalah masalah kemanusiaan, bukan hanya melulu masalah agama.

“Menurut data dari media sedikitnya, 12.800 unit rumah terdampak bom-bom yang dijatuhkan militer Israel. Sementara, 1.335 unit rumah hancur total dan mengakibatkan sekitar 70 ribu warga Gaza mengungsi dimasa pandemi seperti saat ini,” ungkap Toriq.

Oleh karena itu, lanjutnya, sudah sangat sewajarnya bila seluruh warga Indonesia memberikan perhatian yang lebih kepada Palestina. Dan sebagai negara berdaulat, Indonesia harus berupaya mengajak warga dunia untuk mendukung segala upaya dan proses menuju kemerdekaan Palestina.

“Sekali lagi Kami berikan apresiasi dan dukungan kepada seluruh warga Indonesia yang siap dan telah menjadi relawan kemanusiaan untuk Palestina dan membawa harum nama Indonesia di mata dunia,” tutupnya. (rls)

Exit mobile version