Demo di Kejari Tasikmalaya Mobil Polisi Dirusak, 31 Orang Ditahan

  • Whatsapp

TASIKMALAYA,JURNALPriangan.com: Ratusan massa berdemo di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tasikmalaya di Mangunreja, Senin (12/7). Massa yang mayoritas pentolan FPI itu meminta kejaksaan membebaskan Habib Rizieq Shihab (HRS) yang telah dinyatakan bersalah oleh majelis hakim dalam kasus pemalsuan hasil tes swab di RS Ummi Bogor.

Massa tampak emosi saat kepala Kepala Kejari Kabupaten Tasikmalaya, M Syarif menolak untuk menandatangani untuk mendukung membebasskan HRS. Memang  massa mendatangi kantor kejaksaan  untuk meminta pihak kejaksaan membebaskan HRS.

“Massa meminta kejaksaan untuk membebaskan HRS. Saya tadi Kajari disuruh menandatangani pernyataan untuk mendukung itu. Saya gak mau,” kata M Syarif  Senin (12/7).

Menurut dia, pihaknya sempat meminta lima orang perwakilan massa untuk masuk menyampaikan aspirasinya secara baik-baik. Namun, perwakilan massa tak mau. Justru pihak kejaksaan diminta memberikan penjelasan di atas mobil komando kepada massa aksi.

“Saya tadi disuruh orasi di atas mobil. Saya gak mau. Akhirnya saya ngalah, saya terima di dalam pagar,” kata dia.

 

Syarif menjelaskan, HRS telah dituntut enam tahun penjara oleh jaksa. Sementara vonis yang dijatuhkan majelis hakim adalah empat tahun penjara. Namun terdakwa menyatakan banding.

Apabila terdakwa menyatakan banding, jaksa otomatis akan membuat kontra banding. “Kalau membebaskan, kewenangan di majelis hakim. Bukan di kejaksaan,” tegas Syarif.

Alhasil, demo berujung rusuh. Massa mulai melempari aparat dengan batu dan mercon. Beberapa anggota kepolisian yang berjaga disebut mengalami luka. Bahkan, sebanyak tiga unit mobil polisi dirusak massa.

Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim), AKP Hario Prasetyo Seno mengatakan, sejauh ini terdapat 31 orang yang ditangkap aparat kepolisian terkait aksi tersebut. “Kita lagi di lapangan, lagi namya-nanya. Sementara 31 orang diamankan,” katanya. (rep)