Pengakuan H Poppy Lunas Utang Rp 7.5 M dan Punya Aset 20 M Setelah Ketemu Abah Aos (bag 1)

  • Whatsapp

Pangersa Abah Aos pada sebuah kesempatan menceritakan kisah seorang ikhwan yang lunas hutang bahkan malah punya aset Rp 20 miliar setelah mengamalkan amaliyah mursyid. Ikhwan yang berhasil lolos dari masalah berkat amaliyah ini adalah  Hj Poppy Ivone warga Ciwastra Kota Bandung keturunan Panjalu.

Kepada Jurnalpriangan.com, Hajah Popy menceritakan kisahnya, “Sebenarnya saya berat mempublikasikan masalah ini, tapi mudah-mdahan saja menjadi ibroh, bahwa apapun masalahnya dengan dzikir (amaliyah mursyid) bisa selesai,” katanya pada sebuah kesempatan usai manaqiban di Sirnarasa.

Read More

Poppy adalah sosok pekerja keras yang membangun bisnisnya dari nol. Bakat bisnisnya itu sudah terlihat sejak masih dibangku sekolah. “Waktu kecil saya sering jualan jajanan, ” katanya.

Hidup Hj Popy tak lepas dari bisnis dan ingin hidup mandiri. Saat kuliah juga , dia mulai memutar otak bagaimana cara agar kuliahnya nggak dibiayai orang tua. Dia banting tulang berbisnis kecil-kecilan untuk menopang kehidupan kuliah di Kota Kembang. Bakat bisnis itu berlanjut ketika berumah tangga, suaminya yang karyawan PLN member peluang untuk mengerjakan proyek-proyek PLN. Dan akhirnya sukses, beberapa tender pun dimenangkan.

Selanjutnya bisnisnya merambah di bidang property.  Berbagai proyek perumahan pun berhasil dikerjakan. Bisnisnya pun terus berkembang dan mulai merambah ke segala bidang, punya salon kecantikan, toko material dan bangunan sampai fashion.

Namun ujian itu adatang, sekitar tahun 2018 bisnisnya mulai mengalami kehancuran karena salah manajemen. Bukan itu saja bahtera rumahtangganya retak. Alasannya sangat prinsip.

Kala itu, Popy memiliki utang hingga Rp 7.5 Miliar. Dia Merasa lelah dengan utangnya, Asetnya sudah disita bank termasuk rumah mewah di kawasan Ciwastra. Mau menjual seluruh aset-asetnya untuk menutup utang tapi belum kunjung selesai.

Baca Juga: Karomah Abah Gaos: Lolos dari Jebakan Macet, Mobil sudah Ada di Tempat Manaqiban

Perempuan berusia 43 tahun ini tidak pernah lari dari kejaran pihak Bank. Popy selalu membukakkan pintu dan menghadapi “Saya tak pernah lari. Sepahit apapun saya hadapi masalah ini,” katanya. Dia memutar otak untuk melunasi utang-utangnya. Dia mengandalkan otak agar keluar dari masalah, namun otak tak mampu untuk menguasai masalah tersebut. Hari-hari berat harus dilalui Namun pemecahan masalah tak kunjung terang benderang. Di tengah kegalaun hidup dan himpitan masalah dia pun mencari solusi,

Suatu hari dia pulang kampung ke Panjalu, ke rumah kerabatnya. Dan mereka cerita tentang Pangersa Abah Aos, bahwa banyak orang minta doa ke pangersa Abah Aos. “Saat itu memang begitu, orang taunya minta doa, padahal kan untuk belajar dzikir, meskipun urang Panjalu saya  memang belum tahu lebih dalam  Pesantren Sirnarasa,” katanya.

Dorongan untuk menemui pangersa Abah Aos semakin kuat apalagi banyak dorongan dari rekan dan kerabanya. Maka, pada suatu malam, dalam kondisi sedang terdesak dan pikiran kacau Poppy datang ke Pesantren Sirnarasa dengan menaiki mobil elf dari Bandung menuju Panjalu. “Saat itu benar-benar saya terpuruk,”katanya.

Singkat cerita, sesampainya di Gerbang Kajembaran Rohmaniah Pesantren Sirnarasa, Poppy merasakan nuanasa beda. Ada ketenangan jiwa. Apalagi saat mendengar dzikir yang dilantunkan para santri. “Pokoknya pas masuk pesantren saya merasakan ketenangan, padahal saat perjalanan saya gundah gulana,” katanya

Sambil berjalan menuju madrosah tempat di mana para murid shohbah kepada Pangersa Abah Aos, Pikiran Poppy terus berkecamuk, mengukir kata untuk menumpahkan semua masalah.  Puluhan orang tampak sedang bersalaman mencium tangan Abah Aos. “Hati saya pun tergetar saat berhadapa dengan pangersa, saat itu saya belum berani menyampaikan masalah saya,” katanya.

Setelah para ikhwan agak sepi, saya mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan masalah. Tapi tanpa saya bercerita panjang lebar, Abah sudah menyuruh saya sudah ditalqin? Talqin dulu saja. “Saya pun melaksanakan prosesi Talqin dzikir, ” ucap Poppy

Seiring perjalanan waktu, Poppy pun mulai merasakan nikmatnya dzkir. Selain itu Pangersa Abah pun mengizahkan membaca solawat bani hasyim sebelum tidur sebanyak 1681 kali dan istigfar 2401 kali dan maqiban setiap habis sholat. Berat memang awalnya tapi rasa berat itu terkalahkan dengan keinginan saya agar bebas dari utang—- baca selanjutnya

Bagian Kedua Tulisan Ini Klik

Related posts