Pengusaha Wanita Asal Bandung Lunas Hutang Rp 7.5 M Berkat Manaqiban 5 Kali Sehari

  • Whatsapp
Saat sohbah kepada pangersa Abah Aos

PADA bagian pertama tulisan ini, Hj Poppy warga Ciwastra Bandung menjumpai pangersa Abah Aos di Pesantren Sirnarasa, Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis saat kondisi ekonomi terpuruk. Terlilit utang Rp 7,5 M. Asetnya berupa rumah dan tanah disita bank. Kini utagnya tinggal Rp 1 Miliar. Bisnisnya berdenyut lagi. Selangkapnya simak kisahnya.

Kepada jurnalpriangan.com Hj Poppy  menceritakan pengalaman hidupnya. Awalnya wanita keturunan Panjalu ini  sungkan, tapi setelah pangersa Abah Aos mengungkapkan pengalaman hidupnya kepada ikhwan saat shohbah di Raudoh Pesantren Sirnarasa dia pun bercerita panjang lebar.

Read More

“Tapi saya mohon maaf, tidak memlik tujuan apa-apa, bukan takabur. Saya hanya ingin menceritakan dahsyatnya dzikir Lailalaha ilalloh, manaqiban dan sholawat bani hasyim,” katanya.

Popy mengakui melaksanakan perintah guru Agung Pangersa Abah Aos awalnya berat, tapi rasa berat itu datangnya dari setan dan hawa nafsu yang jadi penghalang. “Dalam benak saya saat itu ingin bebas dari masalah ini. Toh, setelah dijalani saya merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa. Tertinggal dzikir dan manaqiban terasa ada yang kurang,” katanya.

Pangersa Abah Aos mengizazakan kepada Hj Poppy agar membaca solawat bani hasyim sebelum tidur sebanyak 1681 kali dan istigfar 2401 kali serta maqiban setiap habis sholat. Poppy mengakui perintah mursyid itu mengandung makna yang sangat dalam. Kenapa harus perbanyak istigfar, kata ini adalah mohon pengampunan kepada Allah. “Saya jadi merenung, masalah yang menimpa saya itu karena dosa. Saya pun teringat dengan Firman Allah :“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura: 30).

Baca juga: Pengakuan H Poppy Lunas Utang Rp 7.5 M dan Punya Aset 20 M Setelah Ketemu Abah Aos (bag 1)

Guru Agung pangersa Abah kata, Poppy, tahu resep (obat) dari setiap masalah yang dihadapi ikwan. Tapi guru mursyid tak mungkin bicara togmol (vulgar). Tak mungkin bicara kamu dapat masalah ini karena banyak dosa. “Makanya beliau langsung suruh saya istigfar,” katanya.

Pangersa Abah juga memerintakan Hj Poppy untuk melaksanakan manaqiban usai shalat fardu. Ini mengisyaratkan bahwa dengan manaqiban apapun masalahnya akan selesai. Fadilah manaqiban sudah dibahas dan sudah diketahui alangkah dahsyatnya,” katanya.
Melaksanakan manaqiban 5 kali sehari tak harus mengundang banyak ikhwan, Popy melaksanakannya sendiri sesekali dengan sesama ikhwan. Mulai dari pembukan sampai pembacaan manqobah dilkasanakan sendiri.

Tapi lepas dari masalah utang, tak semudah membalik telapak tangan. Diperlulan kegigihan dan istiqomah. Mengamalkan perintah Abah Aos hasilnya tak seperti saat makan cabai rawit yang saat itu kerasa. Saya fokus berbulan-bulan bahkan sampai kurang lebih satu tahun menunggu keajabain itu. Yang menguatkan saya saat itu adalah yakin (percaya) bahwa kalau kita istiqomah mengamalkan apa yang diperintahkan oleh ABah Aos akan ada hasilnya. Meskipun memang dalam menjalani proses banyak godaan dan rintangan.

Hari-hariku disii dengan dzikir manaqiban shiolat sunat dan shohbah ke Abah minimal seminggu sekali, itu dilakukan secara rutin. Dalam kondisi apapun, saya mulai menemukan ketenangan saat mengikuti manaqiban. Yang saya perhatikan adalah doa manaqiban di bagian kalimat. waqdil bihaa duyuunana yang artinya kurang lebih lunaskan hutangku. Abah memang tidak memerintahkan dibaca berulang-uilang tapi saking ingin terbebas dari utang saya membacanya berulangkali dengan suara lirih.

Tentang hal ini Syeikh mursyid pada kesempatan Shohbah menceritakan bahwa ada seorang ikhwan yang kretaif pada tahun 2021 ini yakni ketika membaca doa manaqib di bagian aqdil bihaa duyuunana dibaca berulang-ulang. “DIa beberapa puluh kali mengulang-ulang kalimat itu, utang abdi utang abdi, baru ketemu ada ikhwan yang sekreatif itu, tapi memang dzikir itu sumber inspirasi,” kata pangersa Abah.

Menurut Poppy, rintihan dan keyakinan bahwa doa akan dikabulkan akan didengar akhirnya menjadi kenyataan. Minimal hati jadi tenang dan berani menghadapi masalah, pihak debc colector bank tidak lagi kasar dan berbaik hati. Bisnis saya di bidang property dan fashion bergairah lagi. Sedikit demi sedikit dalam rentang kurang lebih satu tahun hutangnya mulai berkurang, bisninya lancar kembali. Asetnya sebesar Rp 20 miliar yang sudah disita bank tak jadi disita.

“Ini diluar akal sehat, ini adalah keajaiban manaqiban, sulit dilukiskan dengan kata-kata lebih baik amalkan sendiri ajaran dan perintah guru,” katanya. (dar/jepe*)

 

Related posts