Inilah Ceramah Fenomenal Abuya Hujjatul ‘Arifin

  • Whatsapp

 

Siapakah pahlawan hidup kita sepanjang masa? Jawabnya pasti Kanjeng Nabi Muhammad Saw.
Siapa yang sekarang hidup dan paling pahlawan dalam hidup kita?, jawabnya Syeikh Mursyid Pangersa Abah.
Karena kita diajarkan melawan musuh bukan hanya yang kelihatan mata, akan tetapi musuh yang tak tampak oleh mata kita, yaitu hawa nafsu. Melawan hawa nafsu dengan memperbanyak dzikrulloh.

Read More

Alhamdulilah kita bahagia karena dalam manaqib ini Abah menyebut para ikhwan sebagai ” JUNDULLOH ” Tentara Alloh.Abah Aos pernah memberi catatan kecil kepada saya, ” Innal hikayati wal riwayati jundun min junudillah yuu qowwibiha qulubal muridiin “.

Sesungguhnya hikayat, riwayat, manaqib tuan syeikh abdul qodir jaelani qs dan seluruh riwayat ahli silsilah, para kaum sufi itu adalah bala tentara dari tentara Alloh, maka orang yang menerimanya juga menjadi tentara Alloh.

Yang dimaksud Yuu qowwibiha ialah ” menguatkan “, menguatkan dengan hikayat atau riwayat tersebut atau tentara Alloh kepada hati para muridin ( qulubal muridin ).
Jadi yang memberikan kekuatan kepada kita sesungguhnya hakikatnya dari Alloh Swt, syariatnya dari syeikh mursyid.

Syeikh mursyid lah yg memberikan kekuatan batin kepada kita selaku murid, yang tadinya lemah menjadi kuat, yang tadinya sholat sunnah bolong – bolong menjadi rapat sholat tahajud sering terlewat menjadi rajin dsb.

Yuu qowwi adalah Syeikh Mursyid yang membimbing kita untuk melawan hawa nafsu kita, seperti membiasakan tidak tidur waktu malam untuk melaksanakan amaliyah qiyamullail. Tanpa bimbingan syeikh mursyid kita akan menjadi lemah, lemah untuk melawan hawa nafsu kita.

Tukang cukur rambut juga tak bisa mencukur rambutnya sendiri harus dicukur oleh orang lain, apalagi kita harus memotong nafsu kita, syeikh mursyidlah orangnya yang bisa mengerjakannya.
Kalau kita belajar tasawuf atau thoriqoh cuma baca kitab atau dengar ceramah – ceramah saja itu sama saja dengan pendangkalan ilmu tasawuf itu sendiri.

Dulu Abah Anom pernah berkata kepada saya pada saat malem sebelasan disuryalaya ” kyai, itu para ustadz, ajengan dari tadi ceramah terus, itu adalah pendangkalan tasawuf “.

Saya kaget mendengarnya, tapi saya paham maksud abah anom bilang begitu, bahwa baca kitab dan dengar ceramah itu baru sekedar ilmu teori saja belum ilmu amaliyah dan prakteknya. Tapi kata abah anom, ilmu juga sangat penting agar menambah khasanah keilmuan ikhwan. Makanya disetiap manaqib selalu ada khidmat amaliyah dan khidmat ilmiyah. Kita tak boleh bosan menghadiri manaqiban, sebab manaqib tempat riyadohnya para ikhwan, amal, akhlak, ikhlas semuanya ditempa dan diasah ditempat manaqib.
Abah Aos selama 44 tahun tak pernah absen menghadiri manaqib disuryalaya, cuma dua kali saja absen waktu itu, yang pertama saat berangkat ke mekkah yang kedua ke malaysia atas perintah Abah Anom.

Abah Anom pernah berpesan kepada saya, dikarenakan saat itu saya sering absen manaqib di Suryalaya pada bulan ramadhan dan idul qurban, sebab dikedua bulan tersebut manaqiban disuryalaya sepi jamaahnya, apalagi saat idul qurban, karena kebanyakan ikhwan banyak yang menjadi panitia qurban. Jadi setelah abah anom berpesan kepada saya, mulai saat itu saya berusaha untuk selalu hadir manaqib disuryalaya.

Abah Aos mengajarkan kepada saya agar dzikirnya jangan 165 saja tapi harus dibalik menjadi 561, sebab yang dzikir 165 itu dompetnya penuh dengan dollar.

Pernah suatu saat Abah Aos pesan tasbeh kepada ustadz iwan, ” wan, bikinkan tasbeh 165 lima ! “.
Setelah tasbeh selesai dibuat ustadz iwan sowan ke Abah Aos, langsung diberikan tasbehnya, lantas saya nanya ke abah, ” abah, itu tasbeh banyak amat, buat siapa?”
Jawab abah, ” eehhh buat siapa, ya buat abah!!!”. Ternyata abah mengajarkan kepada saya agar dzikirnya harus banyak, sekali duduk minimal 561x. Saya tahu Abahmah dzikir selalu banyak sekali.

Dzikir jahar adalah ke Nabi Musa an.
Dzikir Khofi adalah ke Nabi Khidir an.
Urusan duniawi perbanyak dzikir jahar.
Urusan akhirat perbanyak dzikir khofi.

Kata Abah Aos kalau dulu yang mendapat majma bahrain adalah yusya bin nun.
Sekarang kitalah yusya bin nun dizaman sekarang yang mendapat majma bahrain, yaitu kita memiliki syeikh mursyid yang mengajarkan ilmu dunia dan akhirat, ilmu syariat dan hakikat. Mendapat dua ilmu dengan hanya satu guru.
Jadi kitalah yang disebut ke yusya an. YUSYA BIN NUN.
Ikut syeikh mursyid harus totalitas, bukan hanya amalnya, ibadahnya, dzikirnya, ikhlasnya, tapi politiknya pun harus kita ikuti.

Kalau ada ikhwan masih ragu atau masih ada yang ngomong dibelakang kecewas kecewis, ini diibaratkan kabel listrik, kelihatan nyambung diluar, tapi ternyata putus kawat tembaganya.
Nur Muhammad dilahirkan 2000 tahun jauh sebelum Nabi Adam dilahirkan. Nur Muhammad adalah cahaya dzikrulloh laa illaaha ilallaah yang diberikan kepada ahli silsilah.

Kita umumnya manusia mengetahui silsilah para Nabi dan Rasul saja, tapi hakikatnya silsilah ialah yang mendapat cahaya dzikir inilah yang menjadi ahli silsilah hingga kepada kita sekalian.

KH. MUHAMAD SOLEH MUHTAR HUJATUL ARIFIN (Almarhum)

(Waktal Abah Aos)

Related posts