Manaqiban Menurut Para Ulama Thoriqoh dan Keajaibannya

manaqiban adalah
syeikh ABdul Qodil Aljaelani

JURNALPriangan.com: Manaqiban adalah kata yang berasal dari bahasa Arab manaqib artinya kisah atau biografi. Diindonesiakan menjadi manaqiban. Yang artinya membasa kisah dengan berjamaah bersama-sama. Menurut Mursyid TQN PP Suryalaya silsilah ke 38, manaqiban adalah Raudhoh (taman surga). Bukan sekadar membacakan kisah orang soleh. Tapi dalam manaqiban ada rangkaian kegiatan khidmat ilmah dan khidmat amaliyah.

Namun KH Zezen KH. Zezen ZA Bazul Asyhab (almarhum) pimpinan Ponpes Azzainiyyah Sukabumi mengartikan manaqiban itu bukan sekedar membaca kisah perjalanan hidup orang-orang sholeh, tapi kisah perjalanan hidup seseorang umum. Artinya bisa soleh atau nggak. Melansir Chanel Youtube hijrah Santuy, KH Zezen mengatakan ada golongan pengikut Muhammad bin Abdul Wahab (1703-1792) yang menganggap syirik manaqib Syekh Abdul Qodir Jaelani sirik manaqiba itu musrik manaqiban itu bohong.

Bacaan Lainnya

“Maka kata Wahabi setiap orang yang manaqiban adalah calon neraka, pendapatnya memang begitu. Ini bukan sedang mengadu domba tapi bicara fakta,” katanya.

Ulama ahli sunah wal jamaah (asawaja) yang bernaung di organisiNU, PUI. Matlaul Anwar berbeda pendapat soal manaqiban. Mereka memang tidak mengharamkan manaqiban, tapi enggan melaksanakan karena mengang gap manaqiban adalah amalan thoriqoh. Di mata golongan ini manaqian berada di jalan thoriqoh adalah sesuat yang agung. Tak pantas dilaksanakan orang yang belum mumpini syariatnya.
Sementara itu Kyai Muhammad Anis Djauhari Pengasuh PP Yanbaaul Ulum Langkap Barat menjelaskan. Manaqiban atau manaqib adalah cerita-cerita baik dari seorang laki-laki. Secara lughoh memang demikian. Namun yang lebih luas lagi manaqib ini dua Manaqibnya sekh Abdul Qodir Jaelani. Manaqib ini biasanya diizajahkan oleh syekh mursyid thoriqoh. Semua ulama berpendapat bahwa manaqiban adalam membaca kisah orang sholeh.

Bacaan Manaqiban

Dalam acara manaqiban tentunya ada pembacaan kitab manaqib. Kitab tersebut berisi kisah kebaikan amal dan akhlak terpuji seseorang yang shaleh. Yang paling populer adalah pembacaan manaqib syekh Syeh Saman dan Manaqib Syeikh Abdul Qodir Al Jilani. Syeikh Saman yang bernama lengkap Muhammad bin Abdul Karim As Samani dalah pendiri Tarekat Samaniyah. Syeikh Abdul Qodir Al Jilani adalah pendiri Tarekat Qodiriyah .

Pembacaan kitab manaqib diawali dahulu dengan pembukaan Surat al-Fatihah, tawasul kemudian pimpinan upacara membacakan doa dan shalawat yang kemudian diikuti para hadirin atau jamaah manaqib, kemudian setelah itu dibacakan Manaqib Syekh Abdul Qadir Jailani atau Manaqib syeikh Saman secara bergantian dan membaca kitab kitab Manaqib.

Kitab manaqib yang paling populer di dunia Islam adalah Manaqib Syeikh Saman dan Manaqib Syeikh Abdul Qodir Al Jilani. Syeikh Saman yang bernama lengkap Muhammad bin Abdul Karim As Samani (1718-1775) adalah pendiri Tarekat Samaniyah yang banyak penganutnya di Indonesia. Sedangkan Syeikh Abdul Qodir Al Jilani (1077-1166) adalah pendiri Tarekat Qodiriyah. Tarekat ini juga mempunyai pengikut yang tidak kalah banyak di tanah air.

Dalam Manaqib Syeikh Saman dibacakan tiga kitab. Pertama Manaqib Kubro yang berisikan kisah-kisah karomah Syekh Saman atau legenda Syekh Saman. Ada juga Kitab Tabaqat Sayyid Ahmad asy Syarnubi yang didalamnya berisi tentang keajabiban atau keramat Syeikh Saman. Sedangkan yang ketiga adalah Manaqib Syeikh Asy Syahir Muhammad Saman yang merupakan ringkasan hidupnya.

Sementara itu Manaqib Syeikh Abdul Qodir Al Jilani. Ada enam macam kitab manaqib pendiri Tarekat Qodiriyah ini. Pertama berjudul Bahjat Al Asrar karya asy Syattanawi. Karya ini merupakan buku biografi tertua dan terbaik tentang biografi Syeikh Abdul Qodir al Jilani dan menjadi rujukan para penulis berikutnya. Kedua Khulsah Al Mafakir yang ditulis oleh Al Yafi’i. Kitab ini memuat 200 kisah legenda dan 40 kisah mistik dari Syeikh Abdul Qodir al Jilani. Naskah ini kemudian diadaptasi dalam bahsa Jawa dengan judul Hikayah Abdur Qodir al Jilani yang memuat 100 kisah dengan 79 tembang ada di dalamnya.

Ketiga adalah Ka’alid Al Jawahir. Disusun oleh at Tadifi, dan membahas kehidupan Syeikh Abdul Qodir dengan sangat runut. Pembahasannya dimulai dari kehidupannya, keturunannya hingga kisah-kisahnya. Keempat kitab berjudul Natijah At Tahqiq karya Abu Abdillah Muhammad ad Dilai. Isinya tentang kehidupan dan nasehat-nasehat Syeikh Abdul Qodir al Jilani. Kelima adalah kitab An Nur Burhani fi Tarjamah al Lujaini ad Dani fi Manaqib Sayyid Abdul Qodir al Jilani karya Abu Lutfi Muhammad bin Abdurahman al Maraqi. Selanjutnya Lubab al Al Ma’ani fi tarajamah Lujain ad-Dani fi Manaqib Sayyidi Syeikh AbduL Qodir karya dari Abu Muhammad Salih Mustamir al Hajian al Juwani.
Uniknya kitab-kitab manaqib Syeikh Abdul Qodir Al Jilani ini memancing pengkajian baik dari intelektual Islam sendiri seperti Az Zahabi hingga Ibnu Hajar Al Asqolanin namun tak ketinggalan para peneliti Barat juga membahasnya. Diantaranya tercatat nama Snouck Hourgronje Walther Braune hingga Drewes.

Dalam  Manaqiban Syeikh Abdul Qodir Jaelani setiap nama Syekh Abdul Qadir Jailani disebut, maka para hadirin peserta manaqib membaca al-Fatihah, dan ketika pembacaan kitab manaqib sampai pada cerita seekor ayam berkokok “Laa ilaaha illallah, Muhammad Rasulullah, Syekh Abdul Qadir Jailani waliyullah, radhiyallahu anhu”maka peserta manaqib mengucapkan kalimat tersebut berulang-ulang.

Dasar Hukum Manaqiban

Membaca manaqib dalam arti mempelajari atau mengetahui segala sesuatu yang berkaitan dengan riwayat hidup orang-orang besar, tokoh-tokoh sejarah seperti pembesar-pembesar sahabat Nabi sholallohu alaihi wasallam, ulama-ulama, tabi’in, tabi’ut tabi’in, ulama-ulama madzhab dan lain sebagainya, dengan tujuan untuk dipetik dan dijadikan pelajaran segala yang baik, adalah sangat besar sekali faedah dan manfaatnya, dan termasuk perkara yang dianjurkan oleh agama, sebagaimana difirmankan dalam al-Qur’an:

ﻟَﻘَﺪْ ﻛَﺎﻥَ ﻓِﻲ ﻗَﺼَﺼِﻬِﻢْ ﻋِﺒْﺮَﺓٌ ﻟِﺄُﻭﻟِﻲ ﺍﻟْﺄَﻟْﺒَﺎﺏِ

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal”(QS. Yusuf : 111)
Membaca Manaqib Syekh Abdul Qadir jailani dengan upacara-upacara tertentu adalah ibadah, yang disertai keyakinan bahwa ritual manaqib tersebut sebagai perantara diperolehnya syafaat di hari akhirat serta berbagai fadilah atau khasiat membaca kitab manaqib.

Namun yang perlu kita Ingat segala upacara keagamaan dan ibadah dalam Agams Islam, baik acara pelaksanaan maupun waktunya adalah semata-mata hanyalah bertujuan untuk mencari atau mendapat ridlo Allah SWT.

Manaqib Syekh Abdul Qadir Jilani

Inti manaqiban adalah membaca  manaqib Syaikh Abdul Qadir Jilani.
Karena akan menambah kecintaan kita terhadap beliau syeikh Abdul qodir jaelani salah seorang wali Allah, bahkan beliau disemati gelar sebagai
sulthan al-awliya` atau pemimpin para wali. Anjuran untuk membaca kitab manaqib yang tertera didalam kitab kitab tarekah:

ﺍِﻋْﻠَﻢْ ﻳَﻨْﺒَﻐِﻲ ﻟِﻜُﻞِّ ﻣُﺴْﻠِﻢٍ ﻃَﺎﻟِﺐِ ﺍﻟْﻔَﻀْﻞِ ﻭَﺍﻟْﺨَﻴْﺮَﺍﺕِ ﺃَﻥْ ﻳَﻠْﺘَﻤِﺲَ ﺍﻟْﺒَﺮَﻛَﺎﺕِ ﻭَﺍﻟﻨَّﻔَﺤَﺎﺕِ ﻭَﺍﺳْﺘِﺠَﺎﺑَﺔَ ﺍﻟﺪُّﻋَﺎﺀِ ﻭَﻧُﺰُﻭْﻝِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﺎﺕِ ﻓِﻲْ ﺣَﻀَﺮَﺍﺕِ ﺍْﻷَﻭْﻟِﻴَﺂﺀِ ﻓِﻲْ ﻣَﺠَﺎﻟِﺴِﻬِﻢْ ﻭَﺟَﻤْﻌِﻬِﻢْ ﺃَﺣْﻴَﺎﺀً ﻭَﺃَﻣْﻮَﺍﺗًﺎ ﻭَﻋِﻨْﺪَ ﻗُﺒُﻮْﺭِﻫِﻢْ ﻭَﺣَﺎﻝَ ﺫِﻛْﺮِﻫِﻢْ ﻭَﻋِﻨْﺪَ ﻛَﺜْﺮَﺓِ ﺍﻟْﺠُﻤُﻮْﻉِ ﻓِﻲْ ﺯِﻳَﺎﺭَﺍﺗِﻬِﻢْ ﻭَﻋِﻨْﺪَ ﻣُﺬَﺍﻛَﺮَﺍﺕِ ﻓَﻀْﻠِﻬِﻢْ ﻭَﻧَﺸْﺮِ ﻣَﻨَﺎﻗِﺒِﻬِﻢْ

Artinya:

“Ketahuilah! Seyogyanya bagi setiap muslim yang mencari keutamaan dan kebaikan, agar ia mencari berkah dan anugrah, terkabulnya doa dan turunnya rahmat di depan para wali, di majelis-majelis dan kumpulan mereka, baik yang masih hidup ataupun sudah mati, di kuburan mereka, ketika mengingat mereka, dan ketika banyak orang berkumpul dalam berziarah kepada mereka, serta ketika mengingat keutamaan mereka, dan pembacaan riwayat hidup mereka”.

Hidangan Makan Dalam Acara Manaqiban

Sedangkan mengenai suguhan makanan baik sebelum atau setelah manaqiban pada dasarnya merupakan penghormatan kepada para tamu yang diundang.
Dengan kata lain, penyuguhan itu dalam rangka memuliakan tamu, sedangkan kita dianjurkan memuliakan tamu. Karena memuliakan tamu termasuk salah satu tanda dari kesempurnaan atau benarnya keimanan kita.

Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah saw; “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir (dengan iman yang sempurna) maka hendaknya ia memuliakan tamunya” (H.R. Bukhari-Muslim).

ﺭَﻏَّﺐَ ﺍﻹْﺳْﻼَﻡُ ﻓِﻲ ﻛَﺮَﺍﻣَﺔِ ﺍﻟﻀَّﻴْﻒِ ﻭَﻋَﺪَّﻫَﺎ ﻣِﻦْ ﺃَﻣَﺎﺭَﺍﺕِ ﺻِﺪْﻕِ ﺍﻹْﻳﻤَﺎﻥِ ، ﻓَﻘَﺪْ ﻭَﺭَﺩَ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺃَﻧَّﻪُ ﻗَﺎﻝ : ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻳُﺆْﻣِﻦُ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟْﻴَﻮْﻡِ ﺍﻵْﺧِﺮِ ﻓَﻠْﻴُﻜْﺮِﻡْ ﺿَﻴْﻔَﻪُ

Artinya:
Islam sangat menganjurkan kepada umatnya untuk memuliakan tamu, dan mengkategorikan pemulian kepada tamu sebagai salah satu tanda benarnya keimanan.
Sungguh, Nabi saw telah bersabda; ‘Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir (dengan iman yang sempurna) maka hendaknya ia memuliakan tamunya”(Al Hadits).

MANFAAT MANAQIBAN

1. Agar dilapangkan riskinya, cepat naik haji.
Setiap hari membaca manaqib ini (Jawahirul Ma’ani) sampai selesai sebanyak lima kali, atau 11 kali, selama 41 hari.

Dan setiap tanggal 11 (hijryah) selamatan semampunya dan dirutinkan membaca manaqib setipa hari.

Sebelum mengamalkan manaqib, puasalah selama 41 hari atau 11 hari, di dalam puasa tersebut bacalah manaqib sebanyak 5 atau 11 kali setiap hari. Setelah selesai puasanya, laksanakan selamatan semampunya. usahakan dengan yang rasa manis, jenang dan lainnya, dan tetap membaca manaqib setiap harinya semampunya.

2. Agar mendapatkan ilmu Laduni serta lapang riskinya setiap hari membaca ” yaa Badingu” ( ﻳَﺎ ﺑَﺪِﻳْﻊُ ) sebanyak 946 kali diteruskan membaca manaqib.

3. Agar tidak kehabisan uang setiap hari membaca manaqib sampai hatam.

4. Supaya lapang riskinya serta mempunyai karomah setiap tanggal 11 (hijryah) selamatan semampunya dan membaca manaqib sampai hatam.

5. Supaya banyak santrinya dan lapang riskinya: selepas sholat maghrib membaca 100 kali ” ﺻَﻠَﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋَﻠَﻰ ﻣُﺤَﻤَّﺪ ” kemudian membaca manaqib.

6. Mahabbah husus: membaca al fatihah 101 kali, ayat kursi 41 kali, Yasin 4 kali, sholawat 11 kali dan manaqib sekali.

7. Agar laris jualannya: setiap hari selalu membaca manaqib.

8. Agar masyarakat mudah insaf/sadar Adakanla jam’iyah manaqib rutinan setiap sepekan sekali.
7 Keutamaan Doa dan 4 Janji Allah SWT bagi Mereka yang rajin Berdoa.
Pengertian Muhasabah serta Manfaat Muhasabah Diri
Bacaan syair Sholawat Badar lengkap Arab, Latin dan Artinya

9. Agar cepat bisa membangun madrasah, rumah, pondok, masjid dan lain lain: setiap malam jum’at selamatan yang rasanya manis. Misal : kolak, dawet, jenang dan setiap hari jangan putus dalam membaca manaqib.

10. Agar tidak mempan senjata tajam, kejadugan: air jeding masjid (tempat wudhu) dibacakan manaqib 7 kali. Barang siapa yang meminum air tersebut, maka tidak akan mempan senjata tajam.

11. Mengobati segala penyakit: air atau garam dibacakan manaqib kemudian diminumkan.

12. Saifi angin (qodamun wahidun/berjalan cepat): membiasakan puasa senin kamis dan setiap hari membaca manaqib serta membaca do’a di bawah ini:

ﺍَﻫِﻴَﺎ ﺷَﺮَﺍﻫِﻴَﺎ ﻧُﻮْﺭَﻫَﺎ ﻫَﻲٌّ ﻭَﺍﺣِﺪٌ ﻓَﺮْﺩٌ ﻗُﺪُﻭْﺱٌ ﺭَﺏِّ ﺟِﺒْﺮﻳْﻞ ﻭَﻣِﻴْﻜَﺎﺋﻞ ﻭَﺍِﺳْﺮَﺍﻓِﻴْﻞ ﻭَﺍَﺳْﺌَﻠُﻚَ ﺑِﺎﺳْﻤِﻚَ ﻭَﺍَﻧْﺖَ ﻻَﺗُﺤَﻴِﺐ ﻣَﻦْ ﺩَﻋَﺎﻙَ ﻭَﺍَﺳْﺌَﻠُﻚَ ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍَﻥْ ﺗُﺼَﻠِﻲَ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋَﻠﻰ ﺁَﻝِ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻳَﺎ ﺧُﺪَّﺍﻡَ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻻﺳْﻤَﺎﺀِﺍﻟْﻌِﻈَﺎﻡِ ﺍَﺣْﻤِﻠُﻮْﻧِﻰ ﺍِﻵﻣﻜﺔ ﺍﻟﻤﻜﺮﻣﺔ ﺍﻭ ﺍﻟﻰ ﻣَﺪِﻳْﻨﺔﺍﻟﻤُﻨَﻮَﺭَﺓ

13. Melamar orang atau pekerjaan: membaca al fatihah 11 kali dihususkan pada orang yang dituju kemudian baca manaqib.

14. Musuhnya supaya hancur, taat atau tunduk setiap ba’dal maghrib membaca:

ﻳَﺎ ﻗَﻮِﻱُّ ﻳَﺎ ﻣَﺘِﻴْﻦُ ﺍِﻛْﻔِﻨَﺎ ﺷَﺮَّﺍﻟﻈﺎ ﻟِﻤِﻲْ

seratus kali sambil menghadap ke arah musuh kemudian membaca manaqib.

15. Agar segera mendapat jodoh(untuk perempuan) bedak dibacakan manaqib, kemudian bedaknya dipake bedakan.

16. Supaya berkah berasnya baca ayat kursi 313 ditiupkan pada beras kemudian membaca manaqib.

17. Supaya terbebas dari siksa dunia baca manaqib dengan selamatan.

18. Supaya naik pangkatnya.
setiap ba’da maghrib membaca;
ﺻَﻠَﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋَﻠَﻰ ﻣُﺤَﻤَّﺪ
sebanyak seratus kali dilanjutkan baca manaqib sampai hatam.

Adapun tujuan maksud dari membaca Dzikrul manaqib selain untuk beribadah kepada Allah adalah untuk memberi solusi dengan cara meminta kepada Allah agar berbagai keinginan yang dicita-citakan bisa terkabul.
dan sebagai inspirasi dan motivasi untuk tetap bersemangat dalam menjalani kehidupan serta menambah keimanan kita kepada Allah SWT.

 

Manaqiban TQN PP Suryalaya

Menurut ikhwan TQN PP Suryala manaqiban adalah kegiatan khidmat amaliah dan ilmiah, dan sudah melembaga dan membudaya di tengah sebagian besar masyarakat Islam Indonesia. Terutama sekali di kalangan ikhwan Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya. Kegiatan khidmat itu merupakan bagian pengamalan dan pengenjawantahan dari Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah. Pelaksanaannya secara rutin sesuai dengan jadwal waktu yang telah ditentukan bertempat di majlis-majlis manakiban dan khotaman.
Manaqib itu sendiri berasal dari bahasa Arab, dari lafad “manqobah” yang berarti : kisah tentang kesolehan dan keutamaan ilmu dan amal seseorang.

Suasana Manaqib di Pondok Pesantren Suryalaya Tempo Dulu
Syaikh Abdul Qodir Jaelani pernah berkata : “Dimana saja dibacakan manaqib-ku aku hadir padanya”. Oleh karena itu pada waktu pelaksanaannya para ikhwan Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya harus hadir untuk mengikuti jalannya kegiatan tersebut.

Susunan acara manakiban sebagai berikut :
1. Pembukaan
2. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an
3. Pembacaan Tanbih
4. Tawasul
5. Pembacaan Manaqib Syaikh Abdul Qodir Jaelani
6. Da’wah/Tabliqul Islam oleh Mubaligh Pondok Pesantren Suryalaya
7. Pembacaan Sholawat Bani Hasyim 3 (tiga) kali

 

Pos terkait