Pangersa Abah Aos: Raudhoh itu Bukan di Masjid Nabawi Saja

  • Whatsapp

CIAMIS, JURNALPriangan.com: Umat Islam sedunia hanya tahu Raudhoh itu hanya ada di masjid Nabawi di Madinah Arab Saudi. Raudhoh yang berukuran 53 hasta atau 22 meter x 15itu . Menurut Pangersa Abah Aos, Raudhah itu bukan sekadar tempat.

“Gara-gara Saikhuna si koplok Corona, umat Islam hanya boleh satu kali masuk Raudhoh. Walapun beberap bulan di Nabawi. Masuk Raudoh cukup sekali. Jadi orang yang tak punya tiud (uang) tidak kebagian taman surga,” kata Pangersa Abah pada manaqiban akbar di Ponpes Sirnarasa 15 November 2021.

Read More

Dijelaskan, Sabda Nabi Muhammad SAW antar rumahku dan rumahku dan mimbar adalah raudah. Itulah kelebihan masjid nabawi dan masjidil haram. Tapi oleh si koplok Corona Raudhoh dibatasi, Dari situlah abah berangkat mengembangkan kata Raudhoh.
Satu di di masjid nabawi yang hanya 53 hasta dan majelis-mejelis dzikir yang tersebar di Indonesia.

“Alfatih saja 90 madrasah, yang baru Almatin, Ass-Syakur 100 lebih, ribuan Raudhoh di Indonesia, Alhamdulillah,” jelasnya.

Namun ribuan itu tempat, tapi tempat itu tidak jadi Raudhoh kalau orang-orangnya belum jadi Raudhoh. Jadi hakikat Raudhoh bukan tembok, bukan karpetĀ  bukan bangunan pencakar langit, tapi orangnya yang sudah berdzikir, sudah kemasukan dzikir.
“Duduk di motor, di mobil di pesawat jadi raudahoh. Allah menyimpan namanya dalam diri kita, mendudukan, menyimpan meletekan. Yang tiga nama itu dikumpulkan dalam Laillaha ilalloh. Maka kembangkan terus Raudoh,” ucap pangersa Abah. (*)

 

Related posts