Resep Kaya Menurut Pangersa Abah Aos: Perbanyak Istigfar, Kurangi Tidur

  • Whatsapp
Abah Aos

CIAMIS, JURNALPRIANGAN.COM: Pangersa Abah Aos mursyid TQN PP Suryalaya silisilah ke 38 di depan muridnya kembali mengungkapkan dahsyatnya istigfar. Menurut Pangersa Abah Aos, kalau ingin dunia baca istigfar 2401 kali sebelum tidur. Setelah baca istigfar jangan ngobrol langsung tidur. Kalimat istigfarnya Astaghfirullôhal ‘azhîm alladzî lâ ilâha illâ huwal hayyul qoyyûm wa atûbu ilaih. Artinya: “Saya memohon kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada tuhan selain Dia Yang Hidup dan Berdiri dan saya bertobat kepada-Nya.

“Itu rajanya istigfar dari segala raja, Rajanya istigfar itu harus dibaca sebanyak-banyaknya. Mau duit banyak tapi istigfarnya cuman 3 kali, seperti dosis istigfar dalam khotaman harusnya 100 kali haya dibaca 3 kali, ini untuk semua murid. mun hayang boga kaboga harus
perbanyak istigfar,” katanya.

Read More

Istigfar mensucikan diri, yang jadi penghalang itu dosa, semuanya harus belajar. Abah kembali menegaskan, yang mau banyak uang agar banyak sedekah harus perbanyak istigfar.

Baca juga: Pengusaha Wanita Asal Bandung Lunas Hutang Rp 7.5 M Berkat Manaqiban 5 Kali Sehari

Abah juga menjelaskan, jika ingin hidup luar biasa harus dan banyak rejeki harus melek. Abah mengibaratkan orang yang banyak tidur itu seperti petinju yang selalu kalah.”Petinju kelas dunia juga kalau ngantuk dipukul pasti KO, dilawan
oleh petinju kelas bulu juga pasti KO kalau ngantuk,” katanya.

Makanya kata Abah para murid harus dibiasakan manaqib khotaman untuk mengurangi tidur secara tidak sengaja. Plus yang satu membuktikan latahudu sinatu wala naum ayat kursi yang Artinya ALlah tak pernah tidur. “Alloh kan tak pernah tidur ngantuk pun tidak,” katanya. “belajar ajak Abah kepada para murid yang sohbah pada malam itu.

“Ingin dunia melek, ingin akherat melek. Yang senang tidur jangankan rezeki yang belum ada rezeki yang sudah ada juga digarong, dibobol. Sebab garong sukanya mengincar orang yang punya rumahnya sudah tidur. Garong tak berani
kepada orang yang terjaga dari tidurnya, copet juga demikian,” kaun menceritakan ta Abah.

Abah pun menceritakan pernah dicopet pada tahun 70-an, ketika itu abah dari Cirebon mau ke bandung. Bus penuh sesak saat itu. Tempat duduk penuh, tapi karena terburu-buru Abah akhirnya naik juga dan bergelantungan di bis tersebut dari Cirebon ke Bandung. Sampai di cileunyi (bandung) dopet hilang dicopet, bukah salah copte salah abah karena ngantuk. Jadi mengelantung juga ngantuk apalagi kalau rebahan, nah itu ruginya orang yang banyak tidur.(*)

Related posts