Dulu Dukung Jokowi, Kini Abah Aos Bilang Dia Kalah Sama Covid Tapi Dimaafkan

Mursyid TQN Suryalaya silsilah 38 Syekh Muhammad Abdul Gaos kembali mengungkapkan keprihatinanya terhadap umat manusia yang masih panik terhadap COVID-19. Gara-gara Covid aktivitas ibadah terbatas. Ibadah di masjid dibatasi’ “Kumandangkan adzan di masjid sholat di rumah masing-masing, hanya si coplok Covid yang bisa menghentikan salat berjamaah. Fatwa kumandangkan adzan di Masjid solat dirumah masing-masing melalui mulut majelis ulama ini menunjukkan hebatnya COvid,” kata pangersa Abah saat menyampaikan khidmat ilmiah pada acara Manaqib qubro di Pondok Pesantren Sirnarasa Desa Ciomas Kecamatan Panjalu Rabu (15/12/2021).

Abah menjelaskan, fatwa kumandangkan adzan di masjid sholat di rumah masing-masing jumlah suku katanya atau kalimatnya 9, kemudian disambung lagi dengan kalimat yang selama ini tidak kebagian imam di masjid bisa jadi imam di rumah masing-masing jumlah katanya pun 9. Itu fatwa Covid-19 kata Abah. Apakah Covid 19 punya mulut? tentu tidak, fatwa itu keluar dari mulut Majelis Ulama Indonesia. Itu tidak salah. Tapi kalau Majleis Ulama (Unya ain) tidak akan berani.

Bacaan Lainnya

Abah tidak heran akan datang Covid ke dunia sebab 15 abad yang lalu Covid-19 sudah dirancang ini yang tersirat dan tersurat dalam surat muhammad ayat 19. “Kita tidak aneh Covid akan menjegal kita dari salat berjamaan di masjid, sampai masjidil Haram. Dampak Covid 19 memang hebat. Semu umat manusia dibuat panik termasuk presiden. “Kalau saja presiden panik karena Covid bagaimana rakyatnya. Kata pangersa Abah. Padahal sebelumnya presiden Indonesai adalah paling berani. Saat debat capres dia menyampaikan untuk Indonesia tidak ada yang saya takuti kecuali Allah SWT. Makanya saat itu Pangersa Abah Aos mendukung dan mewajibakan diri untuk mencoblos Jokowi,” katanya sembari menambahkan fardu ain untuk mencoblos Jokowi. Dan ribuan orang ikhwan TQN Suryalaya pilih Jokowi.

“Ketika itu ABah pilih jokowi karena keberaniannya mengatakan untuk Indonesia tidak ada yang saya takuti kecuali Allah, eh ketika datang Covid dia yang paling panik. Tapi Abah maafkan,” katanya.

Makanya Sirnarasa ketika Covi-19 mencapai puncaknya menyatakan perang dan membuat Slogan Sirnarasa tempat penangkal Covid 19. (*)

Pos terkait