Gus Yahya Ketum PBNU Terpilih, Kakaknya Menteri Agama dan Dekat dengan Jokowi

Ketum PBNU
Gus Yahya dengan Jokowi tampak akrab

Lalu ia juga pernah dipercaya menjadi tenaga ahli perumus kebijakan pada Dewan Eksekutif Agama Agama di Amerika Serikat–Indonesia yang didirikan berdasarkan perjanjian bilateral yang ditandatangani oleh Presiden Obama dan Presiden Jokowi pada Oktober 2015 untuk menjalin kemitraan strategis antara Amerika Serikat dan Indonesia.

BIODATA GUS YAHYA

Nama: KH Yahya CHolil Staquf Tempat

Bacaan Lainnya

Tanggal Lahir: Rembang, 16 Februari 1966

Pendidikan: 1. Madrasah Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta 2. S1 FISIP UGM

Kiprah Politik:

1. Juru Bicara Presiden RI KH Abdurrahman Wahid

2. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) 2014-2019. Kiprah Organisasi: Katib ‘Aam PBNU

Kiprah Global:

1. Inisiator/pendiri Bayt Ar-Rahmah Li adDa’wa Al-Islamiyah rahmatan Li Al-alamin, institut keagamaan di California, Amerika Serikat. Lembaga ini mengkaji agama Islam untuk perdamaian dan rahmat alam.

2. Tenaga ahli perumus kebijakan pada Dewan Eksekutif Agama Agama di Amerika Serikat-Indonesia yang didirikan berdasarkan perjanjian bilateral yang ditandatangani oleh Presiden Obama dan Presiden Jokowi pada Oktober 2015 untuk menjalin kemitraan strategis antara Amerika Serikat dan Indonesia.

3. Didaulat sebagai utusan GP Anshor dan PKB untuk jaringan politik tersebar di Eropa dan Dunia, Centrist Democrat International (CD) dan European People’s Party (EPP). American Jewish Committee (AJC) pernah mengundangnya berpidato tentang resolusi konflik keagamaan.

4. Pada Juni 2018, menjadi pembicara dalam forum American Jewish Committee (AJC) di Israel. Dalam forum ini, Gus Yahya menyuarakan menyerukan konsep rahmat, sebagai solusi bagi konflik dunia, termasuk konflik yang disebabkan agama. Ia menawarkan perdamaian dunia melalui jalur-jalur penguatan pemahaman agama yang damai.

5. Pada 15 Juli 2021, menyampaikan pidato kunci berjudul “The Rising Tide of Religious Nationalism” (Pasang Naik Nasionalisme Religius) dalam perhelatan International Religious Freedom (IRF) Summit, di Washington, DC, Amerika Serikat. (erna)

 

Pos terkait