Inilah Daftar Wakil Talqin TQN PP Suryalaya yang Benar untuk Wilayah DKI Jakarta

daftar wakil Talqin DKI Jakarta
wakil talqin sedang menalqin

Daftar Wakil Talqin TQN PP Suryalaya Silisilah 38 Wilyah DKI Jakarta terbaru ini dirilis agar diketahui oleh para ikhwan. Sebagian orang belum mengetahui apa itu Talqin Dzikir. Menurut bahasa  kata talqin dari bahasa Arab yakni laqqana, yulaqqinu, talqiinan. Arti bebasnya adala menuntun, atau tuntunan.

Tentang talqin ini dasar hukumnya adalah Firman Allh SWT  (QS. Adz-Dzariyyah : 55).: Artinya : Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya perinagatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.”

Bacaan Lainnya

Manusia pertama yang menerima talqin dzikir adalah Nabi Adam a.s, Hal ini termaktub dalam  QS. Al-Baqarah ayat 37 yang artinya: “Kemudian Adam ditalqin/diilhami beberapa kalimat oleh Tuhannya, lalu Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha menerima taubat dan Penyayang”

Kalimat yang ditalqinkan kepada Nabi Adam As adalah Laa Ilaaha Illallaah  Sedangkan Nabi Muhammad saw  menerima talqin dzikir di Gua Hira. Dasar hukumnya adalah Surat Al-Alaq ayat 1-2 atau wahyu pertama sebagai berikut :

“Bacalah dengan menyebut nama Tuhan yang menciptakan! Yang menciptakan manusia dari segumpal darah”. (QS. Al-Alaq :1-2).

Hakikat Talqin Dzikir

Mursyid TQN PP Suryalaya silisilah ke 38 Syekh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Al Qodiri An Naqsabandi Al Kamil Mukammil Al Muwaffaq mengatakan, orang yang sudah ditalqin dzikir akan mendapatkan hakikat Idul Fitri ( kembali ke Pencipta ).

Itulah proses pembelajaran ruhani kita baik lahir maupun bathin. Proses kembalinya manusia ke Pencipta dikiaskan dengan bahasa simbol, sebagaimana awal mula kejadian manusia (yaitu seperti bayi dalam kandungan) Hal ini sesuai dengan Firman Alloh swt :

” Dan sesungguhnya kamu datang kepada kami sendirian sebagaimana kami ciptakan kamu pada mulanya (awal penciptaan)….” ( QS. AL-ANAM 6: 94 )

” Kamu akan kembali menemui-Nya, sebagaimana ia menciptakan pada mulanya (bayi dalam kandungan) “( QS. Al-A’Araf 7: 29 )

Karena Itulah semua adalah kewajiban bagi setiap makhluk untuk mendapatkan Idul Fitri ( hakikat talqin dzikir ), Karena itu Mursyid sedang membolak-balikan diri kita. Maka dari itu tinggalkan Anjing peliharaan kita ( sifat mazmummah/hewani ) dipintu Gua Hiro ( qolbu ) karena didalam itu ada hakikat mursyid ( sifat mahmudah ) sehingga kita akan terbebas dari hijab ( Khulu jannah bighoiri hisab )

Dengan dibersihkannya sifat-sifat Egoisme  atau syifat mazmummah  maka munculah sifat mahmudah yaitu hadirnya Guru ( lambang dari syifat Mahmudah ) itulah wasilah seorang Mursyid jika ada yang belum kita fahami, berarti memang belum haq kita untuk memahaminya.

Bacajuga: Dewan Hakim MTQ dan Qori Internasional Diangkat Jadi Wakil Talqin Abah Aos ke 243

Pos terkait