Inilah Penyebab Pria Lemah Syahwat dan Cara Menyembuhkannya

ilustrasi

Lemah syahwat atau disfungsi seksual atau impoten merupakan masalah yang sangat serius pada manusia terutama pria. Ketidakmampuan untuk mencapai hubungan seksual normal yang disebut disfungsi seksual di dunia barat memiliki istilah erectile dysfunction.

Dalam hal ini disfungsi seksual meliputi ejakulasi dini, ejakulasi retrograded, ejakulasi terbelakang atau terhambat, disfungsi ereksi, kesulitan gairah (libido berkurang), perilaku seksual kompulsif, gangguan orgasme, kegagalan detumesence dan lain-lain.

Bacaan Lainnya

Gangguan seksual dapat menyebabkan penurunan kepercayaan diri dan dapat menimbulkan masalah bagi kehidupan rumah tangga. Penelitian yang dilakukan oleh Journal of The American Health Association menyebutkan bahwa 3 dari 10 pria mengalami masalah seksual. Keluhan itu antara lain berupa ejakulasi dini sebesar 21%, disfungsi ereksi sebesar 5% dan hasrat seksual yang rendah sebesar 5%.

Sedangkan menurut data statistik terdapat 20% laki-laki mempunyai nilai serum testosteron bebas di bawah normal pada umur 60-80 tahun dan 33% di atas 80 tahun. Data statistik tersebut memperlihatkan bahwa penurunan gairah seksual seharunya hanya dialami oleh laki-laki yang berusia di atas 60 tahun yang diakibatkan penurunan fungsi-fungsi fisiologis organ tubuh.

Namun, dengan adanya pergeseran zaman, maka insidensi penurunan gairah seksual tidak hanya pada laki-laki berumur lanjut tetapi juga dapat terjadi pada laki-laki berusia muda. Apa sebenarnya yang membuat seseorang mengalami gangguan seksual salah satunya adalah lemah syahwat.

Maka berikut ini informasi lengkap mengenai penyebab lemah syahwat yang penting diketahui yang telah dirangkum merdeka.com melalui liputan6.com dan repository.maranatha.edu pada Kamis, (11/3/2021).

Cara mengatasi lemah syahwat yang pertama dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan flavonoid. Penelitian yang dilaporkan dalam American Journal of Clinical Nutrition pada Januari 2016 menengarai bahwa pangan yang kaya flavonoid dapat mengurangi risiko terkena lemah syahwat.

Data penelitian diperoleh dari 25.000 orang pria usia menengah atau lebih tua dan ikut serta dalam penelitian rutin sejak 1986. Para peneliti membandingkan jawaban tentang memiliki dan mempertahankan lemah syahwat yang cukup untuk hubungan seks dengan jumlah makanan kaya flavonoid yang diakui dimakan oleh penjawab.

Mereka yang menyantap lebih banyak buah memiliki tingkat risiko lemah syahwat sekitar 14% lebih rendah. Mereka yang menyantap buah yang kaya flavonoid dan berolahraga menurunkan 21% tingkat risikonya. Beberapa makanan yang kaya flavonoid adalah bluberi, ceri, beri hitam, lobak, keluarga jeruk-jerukan, dan anggur merah.

2. Minumlah suplemen L-arginine

Cara mengatasi lemah syahwat berikutnya adalah minum suplemen L-arginine. Dalam hal ini L-arginine adalah suatu asam amino yang secara alamiah ada dalam tubuh dan membantu membangun protein dan juga menjadi precursor nitrik oksida (NO).

NO berperan vital dalam mencapai dan mempertahankan ereksi, karena membantu membuat pembuluh darah lebih santai untuk mendukung aliran darah ke seluruh tubuh. Penambahan arginine yang dibarengi dengan gaya hidup sehat menambah dukungan kepada ereksi yang lebih kuat.

3. Jagalah berat badan

Penambahan berat badan sangat berdampak kepada aliran darah dan juga membawa risiko penyakit-penyakit lain yang memperparah lemah syahwat. Suatu penelitian terbitan Januari 2005 di jurnal Canadian Family Physician mendapati bahwa 30 persen pria yang ikut serta dalam program pengurangan berat badan dan menurunkan rata-rata 15 persen berat badan mereka mendapatkan pemulihan fungsi seksual mereka, jika dibandingkan dengan 5 persen pria saja dalam kelompok kendali penelitian.

4. Cobalah terapi hormon

Berikutnya, kamu juga bisa mencoba melakukan terapi hormon untuk mengatasi lemah syahwat. Sebab ketidakseimbangan hormon, terutama rendahnya hormon testosteron, dapat memicu lemah syahwat.

Secara alamiah, pria dapat meningkatkan kadar testosteron mereka dengan melakukan latihan beban. Bagi kaum pria yang mulai berusia lanjut dengan kadar hormon yang sudah sangat menurun, terapi hormon merupakan pilihan perawatan yang aman dan efektif.

Kaum pria penderita lemah syahwat tidak boleh menganggap remeh penyakit mereka. Kenyataannya, sekitar 40 persen pria berusia di atas 40 tahun berjuang melawan lemah syahwat. Jika kamu menderita lemah syahwat ada baiknya untuk segera mengkonsultasikannya pada dokter, hal ini berkaitan dengan pilihan penanganan yang mungkin untuk dilakukan.

[merdeka.com]

Pos terkait