KH Jujun Junaedi Di-bully Netizen Gara-gara Dangdutan, Ini Dia Klarifikasi Lengkapnya

GARUT, JURNALPriangan.com: Pengasuh Pondok Pesantren Al-Jauhari Garut KH Jujun Junaedi mengundang para netizen dan Youtuber yang mengkritik acara Milad ke 17 Ponpes Al-Jauhari pada 27 November. Abah Jujun sapaan akrabnya, menyayangkan sebuah video yang menyebutkan Pesantren Al Jauhari yang menggelar acara Maulid dengan diisi konser dangdut atau dangdut koplo. Video yang sempat viral itu diplesetkan. Disangkanya acara maulid nabi. Video yang beredar di whatsapp dan grup Facebook tersebut juga dikomentari sang Youtuber aliran keras Raden Syair Langit.

Dalam video yang beredar. terdapat dua buah video yang disandingkan. Kedua video tersebut menampilkan Kiai Jujun Junaedi sedang di atas panggung bersama biduan sedangkan video yang satunya menampilkan kondisi banjir yang terjadi di Garut. Padahal faktanya tidak demikian.

Bacaan Lainnya

“Abah nampi dikriik lepat tapi nu nyarisona kedah aya adab. Abah mah lain kiyai jalma biasa tapi jalma biasa ge pan make etika. (saya menerima kritikan tapi harus pakai etika, Abah bukan kiyai tapi orang biasa,” begitu klarifkasi Abah Jujun yang ditayagkan di Chanel Youtube Alrazie.

Menurut dai kondang yang terkenal dengan joke-jokenya, kritikan pedas para netizen sudah tidak sehat lagi justru cenderung menjurus fitnah. Bahkan ada niatan untuk menghancurkan Ponpes Al-Jauhari. Sebab fakta yang disebar di medsos tak benar. Ahlak santi Al-Jauhari dijunjung tinggi. Terutama disiplin keras sholat lima waktu dan mengamlkan dzikir TQN PP Suryalaya.

“Make akhlak atau kalau mau mengkritik. Kecuali niatnya mau ngancurkeun Al-Jauhari. Saya tahu dari mana sumbernya tapi tidak penting untuk menelusuri. Meskipun pada ngebully dan memfitnah Isya Allah Al-Jahari nanjeur Sebab di Al-Jauhari mah tegas. Ilmu dikaji amal dibakti. Shalat lima awal waktu tepat waktu,” katanya.

Baca juga: Kesehatan menurun KH Jujun Junaedi Batasi Ceramah

Pos terkait