Kiyai Jujun Junaedi: Netizen Yang Mengkritik Dangdutan di Ponpes Al-Jauhari Gagal Faham

GARUT: Dai kondang KH Jujun Junaedi mengundang kepada netizen dan Youtuber yang mengkritik keras bahkan cenderung menghina Ponpes Al-Jauhari Garut agar datang sendiri ke pesantrennya. “Silakan datang saja terutama yang di Ciamis datang ke sini ngaliwwet, lihat kondisi pesantren sebenarnya. Akhlak santri Al-Jauhari beda jauh dengan anggapan para netizen yang seenaknya berkomentar, lihat sini yuk,” kata Kh Jujun Junaedi dilansir dari Chanel Youtube Al Ududi.

Abah Jujun mengatakan, alamat Pesantren Al-Jauhari jelas dan pintu pesantren terbuka 24 jam untuk menerima tamu yang melihatnya. Pesantren Al-Jauhari di Kampung Sangojar, Sindanggalih, Karangtengah, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Alamat pesantren Abah jelas, yu kadieu ngaliwet tinggal santrina, kalau bicara diluar tapi tak tahu mah bisa salah,” kata Kh Jujun.

Bacaan Lainnya

Abah Jujun kembali meluruskan, Milad yang ke 17 Ponpes Al-Jauhari tidak ada hubungannya dengan banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Sukawening. Lagipula jaraknya jauh. Dan panitia milad tidak tahu pada hari itu akan terjadi banjir. “Jika tahu ada banjir ya milad dibatalkan atau diundur. Sekali lagi sudah menjurus fitnah dan Hoax ada berita setelah dangdutan selesai pesantren Al-Jauhari kena banjir bandang, Astagfirulloh, itu kan hoax pisan,” tandasnya.

Baca Juga: Jujun Junaedi Undang Netizen yang Kritik Dangdutan

Namun Abah Jujun mengucapkan terima kasih kepada semua netizen yang memfitnah atau melakukan pembusukan-pembusukan. Dia meyakini Allah Maha Tahu tentang segalanya. Kepada Youtuber yang melakukan pembusukan-pembuskan dia juga berterimakasih karena sudah mengiklankan Al-Jauhari dengan gratis.

Abah Jujun kembali mengaskan, milad ke 17 pada November itu tidak hanya digelar acara hiburan, sebelumnya banyak rangkain acara menarik. Salah satunya adalah parade haflah qori international yang menampilkan Qori International KH Mumin Aenul Mubarok, Syamsuri Firdaus H Sidiq Maulana Hj Farida dan H Salman Amrilah.

Menurutnya, acara hiburan itu memang dilaksanakan setelah ceramah usai dan Wakil Gubernur Jawa Barat H Uu Ruzhanul Ulum meninggalkan Ponpes. Hiburan diisi dengan qasidahan oleh Grup El-Zihar (grup qosidah moderen AL-Jauhari). Lagu-lagunya bernuanasa islami. Hadir pada kesempatan itu Nazar pedangdut jebolan KDI. “Saat itu ada kang Nasar nyanyi dangdut dan arab, maqadir. Nah masalahnya saat salah satu pegawai saya yang lucu hayang naek panggung Bernyanyi duda araban. Video itulah yang viral,” katanya.
Padahal selain acara hiburan pada malam digelar “Hanya nyanyi lima menit yang diviralkan dan difitnah, makanya kepada yang belum faham silakan datang ke sini,” undangnya.

Penelusuran jurnalpriangan.com yang mengkritik keras acara milad ke 17 Pesantren Al-Jauhari adalah Ren-ren Rohmatulhuda di chanelnya Raden Syair Langit Youtuber asal Ciamis ini tak sependapat dengan KH Jujun Junaedi. Dia sangat menyesalkan KH Jujun mengundang Nasar KDI ke pesantren dan menyanyi di acara penting itu. (rid)

Pos terkait