Ribuan Ikhwan Hadiri Manaqib Perdana di Masjid Agung Panjalu, Ketua DKM Takjub

masjid agung panjalu
ribuan ikhwan hadiri manaqiban di masjid agung panjalu

“Yang menolak dzikir zahar itu adalah setan. Sebaliknya manusia yang memakmurkan masjid adalah termasuk orang yang dapat hidayah,” katanya.

Manaqib di masjid adalah syiar Islam, oleh karena itu barang siapa orang yang menghalangi masjdi dipakai dzikir atau manaqiban adalah orang yang paling dzolim dan aniaya.
Menantu Abah Aos ini menjelaskan, kalimat dzikir memang banyak. Subhanalloh, Alhamdulillah, Allohu Akbar juga kalimat dzikir. Tapi yang paling afdol adalah Dzikir Laillaha ilalooh.

Bacaan Lainnya

“Dzikir yang paling utama adalah laa ilaha illallah (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah).” (HR. Tirmidzi, ia menyatakan bahwa hadits ini hasan) [HR. Tirmidzi, no. 3383. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan]. Namun dzikir yang benar itu adalah yang ditalqinkan dan harus pengucapannya harus keras. Sebab fungsi dzikir keras (dzikir zahar untuk melawan setan).

Hal senada dikemukakan Ketua STID Sirnarasa Dr Suhudul Anwar menurutnya. Manaqiban harus menyebar ke seluruh pelosok bumi. Di rumah, masjid Agung. Kepada orang yang menghalangi manaqiban kata AA Uud sama saja dengan setan, karena setan memang akan lari kalau ada orang yang berdzikir.

Selanjutnya H. SholihAnwar Saifurrijal atau AA ijal mengatakan, untuk melaksanakan manaqiban di masjid Agung Panjalu memang banyak tantangannya tapi berkah karomah Syekh mursyid akhirnya dimudahkan.

Aa Ijal juga membahas hakikat dzikir, menurutnya ketika sedang dzikir diri kita hilang. Yang ada hanya Allah SWT. Dzikir juga berpengaruh kepada akhlak atau perilaku sehari-hari. Jika dzikirnya benar dan istiqomah akan melahirkan aklak terpuji. (has)

Pos terkait