Ajengan Jujun Junaedi Tantang Pembenci Abah Aos Datang ke Sirnarasa

KH Jujun Junaedi
KH Jujun Junaedia dengan Pangfersa Abah Aos

JURNALPRIANGAN.COM-Maraknya penghinaan kepada pangersa Syekh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul di media sosial membuat dai kondang KH Jujun Junaedi angkat bicara. “Mereka yang banyak bicara di facebook silakan datang ke Sirnarasa agar tahu pangersa Abah,” katanya saat menyampaikan khidmat ilmiah manaqiban 13 Januari 2022.

Yang membenci kepada Abah Aos jangan bicara dari kejauhan silakan datang ke Sirnarasa. Abah Aos tidak pernah menanggapi cercaan dan hinaan yang mengaku murid Abah Anom. “Justru pangresa Abah mendoakan bagi yang mencaci diselamatkan dunia akherat, Abah khawatir orang yang menghina mendapatkan akibatnya,” kata pimpinan Pondok Pesantren Al-Jauhari Garut ini.

Jujun mengaku sudah sangat sebel melihat perilaku para pembenci Abah Aos terutama di medsos. Lebih baik para ikhwan yang mengupload dakwah pangersa Abah Aos melalui Youtube menutup komentarnya. “Saya sebel dengan komentar-komentarnya,” katanya.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan penelusuran jurnalpriangan.com beberapa akun facebook di beberapa grup facebook bertema TQN PP Suryalaya bertebaran meme dan ujaran kebencian yang menyudutkan pangersa Abah Aos. Kondisi tersebut sudah berlangsung lama, namun akun-akun tersebut rata-rata akun bodong. Meme bernada penghinaan itu tampaknya diproduski terorganisir. Buktinya bertema sama dan dibagikan secara masif.

Baca juga:   Kiyai Jonsen Minta Ustadz Abdul Somad dan Buya Hasyim Arrazy Jangan Urus Kemursyidan Abah Aos, Urus Saja Diri Sendiri

Menanggapi hal itu, KH Jujun Junaedi minta  semua ikhwan TQN PP Suryalaya yang asli untuk mengamalkan tanbih pangersa Abah Sepuh. Dia yakin yang ngomongnya jelek dan suka menebar kebencian bukan murid pangersa Abah Anom. Mereka adalah yang hendak mengadu domba. Padahal sejumlah murid pangersa Abah Anom yang mengamalkan tanbih sangat menjaga sikap.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Jauhari Garut KH Jujun Junaedi kembali menegaskan bawa Guru Agung yang hidup Syekh Abdul Gaos Saefulloh Maslul (Abah Gaos) adalah Syekh Mursyid penerus Syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin qs (Abah Anom).

“Alhamdulillah kita bersyukur karena kita berthoriqoh di bawah bimbingan syekh mursyid yang kaamil mukammil. Mudah-mudahan kita terbawa oleh beliau, syekh mursyid yang hidup. Kita wajib mencari guru yang hidup yang melanjutkan perjuangan Guru Agung yang telah wafat. Kita harus senantiasa dekat dengan syekh mursyid dengan cara mengikuti seluruh ajarannya,” katanya seperti mengutif majalah Attabut. (*)

 

Pos terkait