Fakta Baru: Abah Anom Lahir Bersamaan dengan Kelahiran Obat Aspirin

abah anom suryala
saat kedatangan presiden suharto

Ahmad Shohibul Wafa Tajul ‘Arifin atau Abah Anom Muda

Sepulang dari haji Abah Sepuh  mengganti nama menjadi Ahmad Shohibul Wafa Tajul ‘Arifin. Dan pada tahun 1950 ketika Haji Shohib berusia 35 thn, ia sudah ditugaskan menjadi Pimpinan Pontren Suryalaya dengan pendampingan Pangersa Abah Sepuh. Pada tahun 1953 Pangersa Abah Sepuh  hijrah ke Mama Mama Obal Sobari, maka sejak itu Haji Shohib mulai menjadi Pimpinan Pontren Suryalaya secara mandiri. Ketika Pangersa Abah Sepuh ra wafat pd thn 1956 maka Haji Shohib yang  masih berusia 41 thn secara resmi menjadi Mursyid TQN Suryalaya. Serta mulai dikenal oleh masyarakat umum dengan panggilan akrab Abah Anom.

Kemursyidan Pangersa Abah Anom qs semakin bersinar pd thn 1959. Setelah para Wakil Talqin Abah Sepuh menyaksikan secara langsung sinar hijau dari angkasa turun kpd Pangersa Abah Anom qs. Diperkuat dgn diperlihatkannya surat pelimpahan mandat dari Pangersa Abah Sepuh ra bertanggal 20 Rajab 1365 H (20 Juni 1946). Maka ditulisnya surat mandat tersebut 10 thn sebelum wafatnya menunjukkan ketajaman bashirah & kejernihan qalbu Pangersa Abah Sepuh ra. Sedangkan pengungkapan surat mandat tersebut setelah 3 thn wafatnya Pangersa Abah Sepuh ra menunjukkan ketawadhuan & keikhlasan Pangersa Abah Anom 

Bacaan Lainnya

Setelah itu Pangersa Abah Anom qs terus melayani umat sebagai wali sufi yang berkarya. Bukan sekedar wali sufi yang mengejar kesucian jiwa lalu meninggalkan kewajiban membina masyarakat. Karya nyata & kemanfaatan hidup Pangersa Abah Anom qs terlihat rekam jejaknya pd berbagai sektor kehidupan. Walau pun tugas utamanya tentu sebagi wali mursyid yang selalu siap mengantarkan para muridnya wushul kpd Allah swt.

Pos terkait